Menuju Perang Besar? Iran Siapkan 1 Juta Pejuang Lawan AS
Menuju Perang Besar? Iran Siapkan 1 Juta Pejuang Lawan AS foto : bbc.com
law-justice.co -
Iran mengumumkan telah memobilisasi lebih dari satu juta kombatan untuk menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat (AS), khususnya di kawasan strategis Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut.
Sumber militer yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan bahwa Teheran tengah mengorganisir kekuatan besar yang terdiri dari pasukan reguler dan elemen pendukung lainnya guna mengantisipasi skenario pertempuran darat dengan AS.
“AS ingin membuka Selat Hormuz dengan taktik bunuh diri dan penghancuran diri, itu tak jadi soal,” ujar seorang pejabat militer Iran, seperti dikutip dari Tasnim News Agency, Kamis (26/3).
Pernyataan ini mencerminkan sikap keras Iran dalam menghadapi tekanan militer yang meningkat di kawasan. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, sehingga setiap potensi konflik di wilayah ini berisiko besar mengguncang pasar dunia.
Mobilisasi besar-besaran ini juga menunjukkan kesiapan Iran untuk menghadapi eskalasi konflik yang lebih luas, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan sekutunya. Para analis menilai langkah tersebut bukan hanya sebagai persiapan militer, tetapi juga sinyal politik bahwa Iran tidak akan mundur menghadapi ancaman eksternal.
diberitakan : Instruksi Putin Langsung, Rusia Kirim Ratusan Ton Bantuan ke Iran
Dia lalu berkata, "Kami siap menghadapi strategi bunuh diri mereka dan memastikan selat tetap tertutup."
Lebih lanjut, dia mengatakan gelombang antusiasme muncul di kalangan pendaftar untuk menciptakan "neraka bersejarah" bagi pasukan Negeri Paman Sam di Iran.
Pejabat itu juga menjelaskan dalam beberapa hari terakhir Iran mengalami lonjakan pendaftaran untuk sukarelawan.
Menurut laporan media itu para pemuda membanjiri pusat-pusat perekrutan untuk pasukan paramiliter Basij, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan tentara reguler, yang ingin berpartisipasi dalam konflik yang diperkirakan akan terjadi.
Sumber tersebut juga menjelaskan Iran sepenuhnya siap menghadapi eskalasi dan berkomitmen menjaga rute Selat Hormuz tetap tertutup.
Sebelumnya, Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih Pulau Kharg, yang merupakan aset vital Iran, jika Teheran enggan membuka Selat Hormuz.
Diberitakan : AS Rugi Rp49 T Usai Aset Militer Dihancurkan Drone-Rudal Iran.
Pulau Kharg merupakan tulang punggung perekonomian Iran dan memproses 90 persen dari total ekspor minyak negara tersebut.
Pulau ini terletak di 55 km barat laut Pelabuhan Busheher dan sekitar 28 km dari dataran utama Iran.
Kembali lagi soal AS, muncul laporan bahwa Washington siap mengerahkan pasukan tambahan hingga 10.000 personel. Pengerahan ini meningkatkan kemungkinan invasi mereka ke Iran.
Pejabat Kementerian Pertahanan AS melaporkan pengerahan ini mencakup 5.000 marinir dan sekitar 2.000 pasukan terjun payung dari Divisi Airborne ke-82.
Selain itu, pemerintahan Trump juga bakal mengirimkan kendaraan lapis baja dan infanteri. Beberapa skuadron jet tempur dan ribuan pasukan, diperkirakan akan tiba di kawasan Teluk dalam beberapa hari atau pekan mendatang.
Meski demikian, situasi di kawasan masih sangat dinamis. Upaya diplomasi di balik layar tetap berlangsung, namun di lapangan, tensi militer terus meningkat dan berpotensi memicu konflik terbuka dalam skala lebih besar.




Komentar