Skenario Pengamanan Kunjungan Paus Fransiskus

Minggu, 01/09/2024 21:31 WIB
Pemimpin Tertinggi Umat katolik dan Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus berencana melakukan lawatan ke Indonesia pada 3-6 September 2024. (AFP via CNBC Indonedia)

Pemimpin Tertinggi Umat katolik dan Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus berencana melakukan lawatan ke Indonesia pada 3-6 September 2024. (AFP via CNBC Indonedia)

law-justice.co - Pekan ini, Pemimpin Tertinggi Umat Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus diagendakan akan melakukan lawatan ke Indonesia. Aparat keamanan telah menyusun serangkaian skenario pengamanan kunjungan dan kegiatan selama Paus di jakarta. Termasuk, pengalihan lalu lintas dan kantung parkir untuk kegiatan Misa Akbar di GBK.

Kepala Satgas Humas Operasi Tribrata Jaya 2024 Brigjen Pol. Tjahyono Saputro dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/9/2024) mengatakan TNI dan Polri akan melaksanakan apel gelar pasukan gabungan pada besok Senin (2/9/2024) dalam rangka pengamanan kunjungan Paus Fransiskus dan acara International Sustainability Forum (ISF) 2024 di Jakarta. 

“Sebagai persiapan pengamanan kunjungan Paus Fransiskus dan kegiatan ISF di Jakarta, akan dilaksanakan apel gelar pasukan gabungan di Mabes TNI Cilangkap dipimpin oleh Dankor Brimob selaku Kaops dan Pangkogabwilhan I,” kata Tjahyono sebagaimana dilansir Antaranews.

Ia menjelaskan, apel pasukan gabungan ini dilakukan agar setiap personel tahu fungsi dan tugasnya, sehingga dalam pelaksanaan nanti tidak ada kesalahan. Dalam pengamanan nantinya, kata dia, sebanyak 4.000 personel gabungan akan dikerahkan, mulai dari TNI, Polri, Paspampres, BSSN, BNPT, BNPB, hingga Pemda.

Adapun kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta akan berlangsung pada 3–6 September 2024. Agenda kegiatan Paus dimulai dari kegiatan kenegaraan yang diterima oleh Presiden Joko Widodo hingga pelaksanaan misa akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 5 September 2024.

Ia mengatakan, untuk memperlancar pengamanan, polisi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, salah satunya buka tutup jalan. “Salah satu rekayasa lalu lintas hanya sifatnya buka tutup jalan yang dilalui rombongan Paus Fransiskus yang wilayahnya sesuai objek pengamanan, mulai dari bandara sampai Gereja Katedral,” ucapnya.

Baca juga : Menanti Konklaf

Objek pengamanan lainnya adalah Istana Merdeka, Masjid Istiqlal, dan GBK yang menjadi tempat pelaksanaan misa akbar. Tjahyono juga menyampaikan permintaan maaf dan berharap masyarakat dapat memahami apabila terkena imbas rekayasa lalu lintas. “Kami dari Polri meminta maaf jika ada masyarakat terkena imbas rekayasa lalu lintas. Semua itu kami lakukan agar pengamanan berjalan lancar dan membuat Indonesia di mata dunia menjadi negara yang layak dikunjungi,” ucapnya.

 

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar