Dulu Sebagai Tanaman Hama sekarang Bernilai Dolar

Minggu, 19/05/2024 04:38 WIB
Geopark Ciletuh -istimewa

Geopark Ciletuh -istimewa

law-justice.co - Secara fisiografi kawasan Desa wisata Hanjelia (Waluran) adalah merupakan bagian dari bentang alam plato Jampang yang merupakan produk gunung api purba berumur Miocene (28-17 juta thn lalu) yang ter- endapkan di dasar laut lalu kemudian ter- angkat ke permukaan hingga menjadi daratan. Material endapan hasil gunung api purba tersebut menjadikan kondisi tanah-tanah di kawasan plato Jampang cenderung kering (minimum air).

Menurut kang Asep , sebagai pelopor pemberdayaan tanaman hanjeli kepada law-justice kemarin di desa waluran  ,  saat acara Pemberdayaan Masayrakat Melek Digital  dari FEI -UI  dari  18 mei sampai dengan 1 juni 2024 . Desa wisata hanjeli itu dulu merupakan bagian  kawasan ge o park ciletuh yang awalnya hanya 2 kecamatan. Tetapi setelah datang ahli geologi UNESCO memperluas menjadi 8 kecamatan, 4 kecamatan dari ciletuh dan 4 kecamatan dari pelabuhan ratu.

Salah satu primadona produk pangan dari kawasan ini adalah pembudidaya tanaman hanjeli . tanaman ini dulu dianggap sebagai tanaman hama karena tumbuh secara liar dan akarnya merambat . Tetapi saat ini menjadi tanaman primadona yang bisa meningkatkan ekonomi daerah wisata waluran menjadi desa hanjeli.

 

Tanaman hanjeli menyebar di berbagai ekosistem lahan pertanian, dari daerah kering hingga basah. Di Indonesia sendiri hanjeli dapat ditemukan di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. Budidaya tanaman hanjeli paling banyak dilakukan di Jawa Barat. Beberapa wilayah yang melakukan budidaya hanjeli adalah Kabupaten Bandung, Cipokor, Gunung Halu, Kiara Payung, Rancakalong, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Sukabumi, Garut, Ciamis, dan Indramayu. Masyarakat di wilayah tersebut biasa membudidayakan hanjeli sebagai tanaman selingan secara sporadis.

Tanaman yang dulu dianggap tanaman hama karena tumbuh secara liar dan akarnya merambat ternyata mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan juga bermanfaat bagi kesehatan.

 

(Patia\Tim Liputan News)

Share:




Berita Terkait

Komentar