Ini Alasan Google Akan Hapus Akun Gmail yang Tidak Aktif

Senin, 21/08/2023 16:40 WIB
Ilustrasi lambang Gmail

Ilustrasi lambang Gmail

law-justice.co - Google mengumumkan akan bersih-bersih akun Gmail yang tidak aktif mulai Desember 2023. Kebijakan penghapusan tersebut tidak berlaku untuk sekolah atau bisnis yang menggunakan Google.

Bagi pengguna yang tidak ingin disapu bersih oleh Google, caranya yaitu harus login sekali setiap tahun.

Dalam sebuah pernyataan, Google mengatakan bahwa maksud dari penghapusan Gmail tidak aktif itu adalah untuk mencegah hacker mengambil alih akun pribadi yang tidak aktif.

Google memberitahu pengguna bahwa mereka akan menerima pemberitahuan selama beberapa bulan menjelang kebijakan itu diterapkan.

"Akun yang terlupakan atau tanpa pengawasan sering mengandalkan kata sandi lama atau yang digunakan kembali mungkin telah disusupi, belum memiliki autentikasi dua faktor, dan menerima lebih sedikit pemeriksaan keamanan oleh pengguna," kata Wakil Presiden Google, Ruth Krichell.

"Analaisi internal kami menunjukkan akaun yang ditinggalkan setidaknya 10x lebih kecil kemungkinannya dibandingkan akun aktif untuk menyiapkan verifikasi 2 langkah," sambungnya.

Baca Juga: Johanis Tanak Kembali Jalani Sidang Etik Hari Ini, Buntut Chat `Cari Duit`

Seorang juru bicara Google mengatakan langkah ini adalah yang pertama kali perusahaan itu lakukan. Akan tetapi, yang tidak diungkapkan Krichell adalah bahwa induk Google Alphabet sedang dalam mode hemat biaya.

Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade sebagai perusahaan publik, pendapatan Google tumbuh kurang dari 10 persen selama empat kuartal berturut-turut.

"Analaisi internal kami menunjukkan akaun yang ditinggalkan setidaknya 10x lebih kecil kemungkinannya dibandingkan akun aktif untuk menyiapkan verifikasi 2 langkah," sambungnya.

Baca Juga: Johanis Tanak Kembali Jalani Sidang Etik Hari Ini, Buntut Chat `Cari Duit`

Seorang juru bicara Google mengatakan langkah ini adalah yang pertama kali perusahaan itu lakukan. Akan tetapi, yang tidak diungkapkan Krichell adalah bahwa induk Google Alphabet sedang dalam mode hemat biaya.

Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade sebagai perusahaan publik, pendapatan Google tumbuh kurang dari 10 persen selama empat kuartal berturut-turut.

Pengguna Email Google Bingung
Namun kebijakan dan cara yang digunakan Google menerima kritik.

Sabrina Meherally, CEO firma desain dari Kanada, Pause and Effect, menulis dalam sebuah unggahan di LinkedIn bahwa dia menerima peringatan melalui email dengan baris subjek "Memperbarui kebijakan ketidakaktifan Akun Google kami."

"Saya berpendapat bahwa baris subjek email harus jelas secara eksplisit, terutama jika ada konsekuensi yang melekat pada kelambanan pelanggan," tulisnya, dikutip Senin, 21 Agustus 2023.***

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar