Guru Besar UI Kritik Ganjar Sukai Film Porno, Capres Tak Beretika

Minggu, 30/04/2023 00:04 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Liputan 6)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Liputan 6)

law-justice.co - Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Zulhasril Nasir, pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyebutkan bahwa dia suka menonton film porno (bokep) bukan saja tidak patut, tetapi juga menggambarkan sikap mental dan moral yang tidak baik dan tidak bisa dijadikan contoh dan teladan.

"Bangsa  dan rakyat Indonesia akan mempertaruhkan masa depannya, jika dia terpilih sebagai presiden. Terlalu riskan pernyataan dia itu dan secara moral tidak bisa dimaklumi,” kata Zulhasril Nasir kepada KBA News, Jum’at, 28 April 2023.

Menurut pengajar FISIP UI itu juga menyatakan, seingatnya pengungkapan Ganjar sukai film porno itu tayang di acara podcast di channel Youtube Deddy Corbuzier yang kemudian viral. Sebagai pengamat komunikasi, Zulhasril menilai ketika mengungkapkan pernyataannya itu, terlihat Ganjar tidak mempunyai beban dan diselingi oleh sikap penuh tawa.

Dalam penilaiannya, tidak tergambar beban moral sedikitpun. Padahal yang disampaikannya penuh dengan konsekuensi moralitas dan kepatutan. “Bagai orang tidak punya beban. Itulah yang mengherankan kita, terutama bagi kaum terdidik yang bertanggung jawab atas pendidikan budi pekerti rakyat,” katanya.

Soal Kepatutan

Ditambahkan oleh peraih gelar doktor komunikasi dari USM Malaysia itu, pernyataan tersebut tidak layak disampaikan oleh seorang Gubernur. “Bukan soal hukum boleh atau tidak boleh, tetapi soal etika dan kepatutan. Oleh karena itu menjadi jelas bahwa Ganjar Pranowo adalah tipe pejabat yang kurang menampilkan etika,” kata dia.

Ini jelas mempengaruhi karakter dia sebagai pemimpin. Terutama jika dia berkomunikasi, terutama untuk saat mengatasi masalah rakyat dan menanganinya. Menurutnya, Ganjar tidak banyak memecahkan masalah, tetapi lebih banyak pada “seharusnya rakyat seperti apa”. Ganjar dinilai terlalu banyak bicara.

Ada kasus kekerasan dan pelanggaran HAM itu yang terjadi di Jawa Tengah. Contohnya adalah kasus pabrik Semen di Kendeng, Purworejo dan kasus Waduk Wadas di perbatasan Pati dan Rembang. Dua kasus ini jelas tidak bisa lepas dari tangungjawabnya. Belum lagi kinerja Ganjar yang jeblok di mana Jateng termasuk dalam 10 provinsi termiskin di Indonesia.

Dia juga melihat, bahwa Ganjar tidak mampu membuat Semarang dan sekitarnyar bebas dari banjir. "Ini menunjukkan dia tidak bisa kerja maksimal dan optimal. Malah lebih asyik membangun citra di medsos. Alih-alih memikirkan nasib rakyat, dia lebih eksis di Instagram, Facebook, Tiktok dan Youtube. Tidak bisa dibayangkan jika dia dipilih rakyat sebagai presiden,” demikian Prof Zulhasril Nasir

(Warta Wartawati\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar