Laba Indika Energy Merosot 40,3 Persen usai Ekspor Batu Bara Jatuh

Kamis, 02/04/2026 05:52 WIB
Indika Energy Lanjut Diversifikasi Usaha, Kucurkan Capex US$80,6 Juta. (Istimewa).

Indika Energy Lanjut Diversifikasi Usaha, Kucurkan Capex US$80,6 Juta. (Istimewa).

law-justice.co - PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan laba bersih sebesar US$6,02 juta atau Rp100,5 miliar sepanjang 2025, turun 40,3% dari US$10,08 juta atau Rp168,3 miliar pada tahun sebelumnya, dengan asumsi kurs JISDOR Rp16.700 per dolar AS.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, pendapatan emiten batu bara milik Pengusaha, Arsjad Rasjid itu tercatat sebesar US$2,03 miliar atau Rp33,90 triliun pada 2025, turun 16,8% dari US$2,44 miliar pada 2024.

Sebagian besar pendapatan INDY berasal dari penjualan batu bara yang mencapai US$1,66 miliar, turun 18,9% secara tahunan. Penjualan ekspor 30,6% menjadi US$1,03 miliar. Sementara penjualan domestik naik 11,8% menjadi US$633,29 juta.

Pendapatan dari kontrak dan jasa meningkat tipi 0,2% menjadi US$297,12 juta, dengan kontrak terbesar dari PT XOM Indonesia, PT AGPA Refinery Complex, dan PT Pertamina EP.

INDY juga membukukan pendapatan lainnya sebesar US$67,91 juta, turun 29,6% secara tahunan.

Secara keseluruhan, pendapatan INDY dari pasar luar negeri mencapai sekitar US$1,07 miliar, turun 31% secara tahunan. Sebaliknya, pendapatan domestik naik 11% menjadi US$658,78 juta.

Sementara itu, beban pokok pendapatan INDY pada 2025 turun 16,6% menjadi US$1,76 miliar, dari US$2,11 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset INDY tercatat US$2,93 miliar atau Rp48,93 triliun, turun 1,0% pada akhir 2025. Liabilitasnya menyusut 1,3% menjadi US$1,58 miliar dan ekuitasnya menyusut 0,7% menjadi US$1,34 miliar.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar