Usai Bertemu Prabowo, Surya Paloh: Indonesia Tetap di BoP Trump

Rabu, 04/03/2026 08:27 WIB
Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat Minggu (5/3/2023). (Beritasatu.com)

Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat Minggu (5/3/2023). (Beritasatu.com)

law-justice.co - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan bahwa posisi Indonesia tetap berada di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski begitu, Paloh menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak tertutup mengevaluasi kembali keanggotaan RI di BoP dalam kondisi ini.

"Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu, kecuali ada perkembangan bersama beberapa negara lain nanti, mengevaluasi ulang kembali arti keberadaan Indonesia di BoP bersama beberapa negara lainnya," kata Paloh usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Paloh menyampaikan di pertemuan itu, Prabowo juga memaparkan keputusannya membawa RI bergabung BoP.

"Beliau menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif, rasa simpati dan empati yang besar terhadap bagaimana perjuangan rakyat Palestina tadi ditegaskan kembali," ujar dia.

Pada hari ini, Prabowo mengundang Presiden dan Wapres terdahulu, eks Menlu, hingga Ketum Parpol parlemen ke Istana Kepresidenan Jakarta.

Pertemuan itu membahas eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pertemuan ini berlangsung sekitar empat jam, dimulai pada Pukul 19.30 WIB, dan tamu undangan mulai keluar sekitar Pukul 23.30 WIB.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap resmi dengan mengutuk serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

MUI pun mendesak pemerintah untuk keluar dari BoP lantaran AS dan Israel yang menjadi anggota justru memicu perang di kawasan Timur Tengah.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina," kata MUI.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar