Jakarta, - Pengamat Politik, Faizal Assegaf menyatakan bahwa kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpotensi membuka persoalan yang lebih luas.
Dia melihat penetapan Listyo Sigit sebagai tersangka bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap pihak-pihak lain di balik dugaan penyadapan tersebut.
Termasuk kemungkinan keterkaitan dengan lingkaran kekuasaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Skandal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo jadi pintu masuk seret Jokowi dan Gibran. Peluang itu sangat terbuka atau hanya berhenti di separuh cerita," tulis Faizal melalui akun X pribadinya, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Sorotan terhadap Jokowi tidak terlepas dari rekam jejak kedekatannya dengan Listyo Sigit. Hubungan keduanya telah terjalin sejak Jokowi menjabat Wali Kota Solo.
Kedekatan itu berlanjut ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden RI pada 2014. Listyo kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis di kepolisian.
Riwayat hubungan tersebut membuat pengusutan kasus penyadapan menjadi perhatian tersendiri.
Terlebih, Faizal membuka kemungkinan perkara ini tidak berhenti pada Listyo dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Meski demikian, dugaan keterlibatan Jokowi maupun Gibran belum menjadi fakta hukum. Penyidik masih harus membuktikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Di sisi lain, Faizal memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan jajaran Mabes Polri yang menangani perkara tersebut.
"Terlepas dari spekulasi tersebut, publik beri apresiasi pada Kapolri Jend Suyudi dan Mabes Polri. Semoga tetap konsisten dan amanah," pungkasnya.