Tidak Lihai Berpolitik, Jokowi Disebut Hanya Jago Pencitraan

Jakarta, - Analis Politik, Saiful Huda Ems menilai bahwa pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki target lolos ke Senayan pada Pemilu 2029 berpotensi besar jadi mimpi di siang bolong.

"Jokowi tidak pernah terlibat dalam urusan mengurus partai politik. Ketika Jokowi menjadi kader PDIP, dia hanya menjadi "wayang", meskipun akhirnya ia mau nekat menjadi "dalang", namun kemudian ia malah terpental," katanya dikutip Selasa 3 November 2026.

Saiful menilai sesungguhnya Jokowi tidak mempunyai kelihaian dalam berpolitik. Menurutnya, Jokowi hanya lihai dalam urusan ilmu perkeliruan alias jago menipu dan memiliki jiwa yang sangat kental sebagai pengkhianat.

"Anggapan Jokowi maestro politik Indonesia juga salah besar," kata Saiful.

Selama ini, kata Saiful, Jokowi tidak pernah berkeringat dan tidak mempunyai konsep apapun untuk mengelola negara.

Jokowi selama ini hanya bermodal keahlian pencitraan, dan semacam menerima barang jadi (konsep atau platform kerja) yang disodorkan oleh para pemikir-pemikir brilian di PDIP dan dari kalangan akademisi non partai.

"Jadi kalau Jokowi bilang PSI akan menjadi partai besar, hanyalah sebuah mimpi seorang megaloman yang kemaruk kekuasaan," kata Saiful.