Petaka Awak USS Abraham Lincoln Meningkat Lagi Kenapa?

-  

Kondisi para pelaut Amerika Serikat (AS) di kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan menghadapi tekanan setelah berbulan-bulan berada di laut dengan masa penugasan yang berulang kali diperpanjang di tengah konflik dengan Iran.

Sejumlah laporan menyebut sedikitnya dua pelaut sempat mencoba melompat ke laut, tetapi upaya tersebut berhasil dicegah. Dalam insiden lainnya, seorang personel dilaporkan jatuh ke laut dan berhasil diselamatkan.

Selain tekanan psikologis, awak kapal juga disebut menghadapi berbagai persoalan selama menjalani penugasan panjang. Di antaranya keterbatasan sejumlah persediaan dasar, masalah sanitasi, gangguan pengiriman surat, hingga pemberlakuan penjatahan makanan.

Sementara itu, muncul pula laporan yang menyebut tujuh personel tewas akibat perkelahian di atas USS Abraham Lincoln. Namun, informasi tersebut telah dibantah oleh U.S. Central Command (CENTCOM), komando militer AS yang bertanggung jawab atas kawasan Timur Tengah.

Dengan adanya bantahan tersebut, laporan mengenai tujuh personel yang disebut tewas dalam perkelahian belum dapat dianggap sebagai fakta yang terkonfirmasi. Kondisi di kapal induk tersebut tetap menjadi perhatian, terutama terkait dampak penugasan berkepanjangan terhadap kondisi fisik dan mental para awak.

 
Bantahan itu disampaikan dalam unggahan di media sosial X, dilansir media CGTN,

"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis media setempat.

"USS Abraham Lincoln mempertahankan salah satu tingkat perpanjangan masa tugas awak kapal tertinggi (84,4%) di antara semua kapal induk di Angkatan Laut AS. Para pelaut dan marinir dari Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln tetap tangguh dan gigih setelah lebih dari 260 hari di laut, 10.000 penerbangan pesawat, dan 1,5 juta pon amunisi yang digunakan," imbuh militer AS tersebut.

Media setempat menyatakan tidak ada personel militer yang tewas, namun diakuinya ada satu pelaut yang jatuh ke laut tapi diselamatkan. Tidak disebutkan penyebab pelaut tersebut jatuh ke laut.

"Tidak ada anggota militer di atas kapal induk yang meninggal, dan satu pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus dengan cepat dan aman telah diselamatkan. Pemberitaan yang salah tentang penempatan bersejarah Abraham Lincoln merugikan para prajurit kita dan orang-orang yang mereka cintai," imbuh CENTCOM.

Peristiwa itu terjadi saat penasihat kepala media lokal, Brad Cooper mendatangi para pelaut dan marinir untuk menanggapi keluhan keluarga mereka soal masa tugas yang terlampau lama.

Saat itu, penasihat tersebut dikabarkan dilempari botol dan dicemooh. Kekacauan berubah menjadi perkelahian yang melibatkan pisau dan senjata tajam lain.

Tujuh orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.


Apalgi setelah muncul di tengah laporan mengenai masalah kesehatan mental dan pasokan di USS Abraham Lincoln, yang telah menjalani pengerahan panjang di Timur Tengah dalam rangka mendukung operasi militer AS terhadap Iran, termasuk rekor pelayaran tanpa henti selama lebih dari 250 hari.