[INTRO]
Protes warga Intan Jaya itu berlanjut, Sabtu (04/07). Dimotori Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya, unjuk rasa itu menggugat pemerintah untuk mengusut kematian sejumlah warga sipil yang ditembak dalam dua bulan terakhir.Rangkaian kekerasan dan kematian itu, menurut Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua, Latifah Anum Siregar, merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi militer yang sedang terjadi di Intan Jaya dan beberapa episentrum konflik di Tanah Papua. "Tujuannya untuk melemahkan kekuatan anak-anak muda, calon pemimpin lokal, dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat sipil, karena ada investasi di situ, seperti Blok Wabu," kata Latifah ke Media News Indonesia.
Diberitakan ,Masyarakat Sugapa turun ke jalan, Jumat (03/07), untuk menyatakan protes sekaligus mengiringi jenazah Melkiana Duwitau yang tewas tertembak saat tengah berada di dalam rumahnya.
Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Bernard Ramandey, menyebut rangkaian penyerangan terhadap warga sipil di Intan Jaya merupakan sebuah pelanggaran HAM."Kami meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keamanan dan prosedur tetap aparat TNI dan satuan keamanan lainnya di Papua," ujar Frits.Terjadinya rangkaian kekerasan yang terus berulang menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan dan keselamatan warga sipil di wilayah tersebut.