Ahmad Doli membantah keterlibatan dirinya dalam penyebaran flyer agenda Munaslub Partai Golkar.
Dalam pernyataan tertulis, Doli menegaskan ia tak tahu-menahu soal flyer tersebut maupun mengenai isu Munaslub.
"Berkenaan dengan beredarnya flyer yang berisi isu adanya Munaslub yang akan digelar 29 November 2026, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada kaitannya, bahkan tidak tahu menahu soal penyebaran isu tersebut," kata Doli.
Doli menyatakan ia selalu mengedepankan pendekatan konstitusional dan institusional dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, dan bernegara.
Ia memandang seluruh mekanisme organisasi telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan partai yang harus dipatuhi bersama.
"Begitu juga secara institusional, saya sangat mengerti struktur dan hierarki kewenangan serta tanggung jawab dalam berorganisasi dan berpartai," ungkap Doli.
Doli menuturkan dirinya memiliki hubungan baik, harmonis, bersinergi, produktif, serta saling menghormati dalam urusan mengelola partai maupun pribadi dengan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Bahlil mengenai isu ini dan sama-sama meyakini bahwa ada pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana dan mencoba mencari keuntungan politik di masa-masa ini.
"Saya dan Saudara Bahlil sudah berkoordinasi dan menyadari secara bersama bahwa dalam situasi dan dinamika yang sedang kita hadapi, sebagai sebuah bangsa, pasti ada saja pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana dan mencoba mencari keuntungan politik. Saya sudah dapat mendeteksi pihak-pihak `komprador` tersebut, yang berasal dari dalam internal kami sendiri," kata Doli.
Doli pun menyampaikan kepada pihak-pihak tersebut untuk tidak mengganggu gugat Golkar dengan `agenda-agenda kerdil`.
"Golkar sekarang ini sedang mengejawantahkan komitmennya untuk selalu menjaga dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Negara saat ini sedang dalam ancaman yang nyata. Presiden, simbol negara kita, sedang `diganggu` dengan adanya upaya makar dari pihak tertentu," jelasnya.
"Tentu ada Golkar harus berada di depan menjaga dan mengawal Presiden, sebagai komitmen konstitusionalnya terhadap negara. Dan saya sebagai kader Golkar akan berada di garda depan untuk itu," tukasnya.
Sebelumnya, sebuah poster bertuliskan "Sukseskan Munaslub Partai Golkar" beredar di media sosial. Poster tersebut berisi kalimat "Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo" dan menampilkan wajah Ahmad Doli yang disebut sebagai Caketum Partai Golkar dan Tokoh Sentral Partai Golkar.
Lokasi acara tertulis di Hotel Mercure Convention Center Ancol. Acara diagendakan dihelat pada Minggu, 29 November 2026.