Jakarta, - Persaingan mendapatkan pekerjaan di Kota Samarinda masih menjadi tantangan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap lapangan kerja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong keterlibatan dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja, salah satunya melalui penyelenggaraan Bursa Kerja (Job Fair) Disnaker X Go Mall 2026 yang menghadirkan 501 posisi lowongan pekerjaan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang melibatkan 25 perusahaan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Atrium Go Mall, Jalan Bhayangkara.
Bursa kerja ini menjadi salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi.
Besarnya kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan juga tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS).
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Samarinda masih berada di angka 5,31 persen.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja.
Menurut Saefuddin, keberadaan perusahaan harus diikuti dengan kontribusi nyata dalam membuka kesempatan kerja, terutama bagi masyarakat lokal.
Sehingga ia mengajak seluruh perusahaan peserta memberikan ruang lebih luas kepada tenaga kerja asal Samarinda.
"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam membuka kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan warga," kata Saefuddin.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mempertemukan kebutuhan industri dengan kemampuan tenaga kerja.
“Kami ingin mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Harapannya, masyarakat tidak kesulitan mendapatkan informasi lowongan dan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pekerjaan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 4–5 November 2026, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA.
Sebanyak 25 perusahaan mitra menawarkan 105 jenis jabatan dengan total 501 posisi pekerjaan.
Kesempatan ini mencakup sejumlah bidang usaha, sehingga pencari kerja memiliki pilihan sesuai latar belakang pendidikan, keterampilan, dan pengalaman masing-masing.
Peluang kerja yang tersedia juga menjangkau sektor dengan kebutuhan tenaga kerja spesifik.
Salah satunya bidang pelayanan kesehatan melalui RS Dirgahayu yang menyediakan 30 posisi.
Selain itu, adapula peluang green job atau pekerjaan ramah lingkungan pada industri perkebunan kelapa sawit.
“Lowongan yang tersedia cukup beragam. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” tuturnya.
Job Fair Disnaker X Go Mall 2026 merupakan penyelenggaraan kedua sepanjang tahun ini setelah sebelumnya digelar di Samarinda Square.
Pelaksanaan kegiatan tersebut masih bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Di luar kegiatan tatap muka, Disnaker Samarinda juga mengembangkan layanan informasi pasar kerja berbasis digital melalui platform TEPIAN (Temukan Pekerja(an) Anda).
Platform ini diarahkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara daring.
Dengan sistem ini, akses terhadap informasi kesempatan kerja diharapkan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan bursa kerja yang berlangsung dalam waktu terbatas.
Pemkot Samarinda turut melengkapi kegiatan dengan sejumlah layanan pendukung.
Pencari kerja mendapatkan akses integrasi ke aplikasi Siap Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan, edukasi literasi keuangan, hingga sosialisasi peluang kerja bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) pada sektor formal.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi perusahaan yang tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan akses kerja lebih luas, termasuk penyandang disabilitas. Kami berharap semakin banyak perusahaan yang memiliki komitmen serupa,” ujarnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Samarinda berharap keterlibatan perusahaan dapat terus meningkat.
Tantangannya bukan hanya menghadirkan ratusan lowongan dalam kegiatan bursa kerja, melainkan memastikan peluang tersebut benar-benar dapat diakses masyarakat dan berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Samarinda.