Dody menyebut pemerintah tengah merampungkan pembahasan teknis dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar uji coba kali ini menghasilkan keputusan yang pasti.
"MLFF kita akan melakukan trial test. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depanlah," ujar Dody usai acara Focus Group Discussion Asosiasi Jalan Tol Indonesia di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).
Dody mengatakan penerapan teknologi ini terhambat karena pihaknya harus berdiskusi intensif dengan berbagai instansi dan asosiasi terkait, mulai dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Korlantas Polri, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Selain itu, ia juga mengatakan pembahasan dengan pihak terkait harus dilakukan mengingat sistem ini berdampak luas pada tata kelola transaksi dan penegakan hukum di jalan tol.
"Karena diskusinya melibatkan stakeholder yang lebih luas, kemudian prosesnya menjadi sedikit agak lebih lama," jelasnya.
Kemudian, Dody menyampaikan Pulau Bali akan kembali menjadi salah satu titik uji coba setelah pelaksanaan sebelumnya dinilai belum memberikan hasil komprehensif.
Di sisi lain, pemerintah juga membidik satu lokasi lain di Pulau Jawa yang hingga kini masih dalam tahap pembahasan bersama untuk menentukan titik persisnya.
Uji coba lanjutan ini dirancang jauh lebih matang agar Kementerian PU bisa segera menentukan arah keberlanjutan teknologi MLFF di Indonesia.
Meski begitu, Dody belum dapat merinci lebih lanjut soal kapan target penerapannya secara penuh karena pemerintah ingin memastikan seluruh tahapan dan persyaratan teknis berjalan tanpa kendala.
Ia menilai evaluasi menyeluruh atas hasil uji coba akan menjadi penentu utama apakah sistem bayar tol tanpa henti ini layak langsung diadopsi atau masih membutuhkan penyesuaian lebih lanjut.
"Nanti trial test itu akan disepakati oleh semua pihak yang terlibat di situ baru kemudian kita akan bilang ini oke apa nggak oke," kata Dody.