Argentina menang 3-2 pada laga tersebut. Namun, juara bertahan Piala Dunia itu harus memastikan hasil maksimal lewat babak tambahan.
Vozinha berpendapat timnya mampu merebut kemenangan. Sebab Cape Verde mampu mencetak gol balasan di waktu normal dan extra time.
"Kami bermain seimbang dan juga punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Kami harus sangat puas dan bangga," jelas Vozinha saat diwawancara CazeTV.
kata-kata Vozinha selaras dengan performa timnya. Kiper 40 tahun itu mencatat delapan kali penyelamatan sepanjang pertandingan.
Berdasarkan situs Fotmob, Vozinha jadi pemain Cape Verde dengan nilai tertinggi lawan Argentina. Namun kekalahan juga membawa kesedihan sekaligus rasa bangga terhadap tim dan negara.
"Tentu kami sedih karena tidak ingin berhenti di sini. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua rekan satu tim, staf pelatih, federasi, dan penggemar karena sudah berusaha keras datang ke sini untuk mendukung kami," jelasnya.
Lebih lanjut, Vozinha menatap optimistis sepak bola Cape Verde. Ia berharap pemain-pemain dari negaranya mampu menembus panggung elite sepak bola.
"Kami sekarang menatap ke masa depan dan melihat hal-hal baik di tim ini. Kami punya tim fantastis dengan pemain berkualitas. Siapa tahu kita akan melihat anak-anak ini, para pemain ini bermain di liga-liga terbaik di dunia," ujarnya.