Status Triliuner Elon Musk Cuma 12 Hari Akibat Saham SpaceX Anjlok 31%

Jakarta, - Elon Musk tercatat kehilangan status sebagai triliuner dunia setelah kekayaannya kembali merosot ke bawah US$1 triliun.

Status yang baru disandang sekitar 12 hari itu hilang akibat anjloknya valuasi SpaceX dan perubahan perhitungan atas kepemilikan saham Tesla miliknya.

Berdasarkan perhitungan terbaru Forbes, kekayaan Musk kini diperkirakan mencapai sekitar US$962 miliar atau setara sekitar Rp17.244,66 triliun (kurs Rp17.925 per dolar AS), turun dari US$1 triliun yang sempat dicapai pada pertengahan Juni.

Musk sebelumnya mencetak sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun setelah SpaceX melantai di bursa pada 12 Juni 2026. Kekayaannya saat itu diperkirakan mencapai US$1,1 triliun atau Rp19.718,71 triliun.

Hanya empat hari kemudian, tepatnya pada 16 Juni, lonjakan harga saham SpaceX hingga 40 persen sempat mendorong kekayaan Musk ke rekor tertinggi sekitar US$1,45 triliun.

Namun, kondisi tersebut tak bertahan lama. Hingga Selasa (23/6), harga saham SpaceX amblas sekitar 31 persen dari puncaknya sehingga turut memangkas nilai kekayaan Musk secara signifikan.

Selain pelemahan saham SpaceX, Forbes juga menghapus sekitar US$116 miliar nilai saham Tesla milik Musk dari perhitungan kekayaannya. Langkah itu diambil karena saham tersebut kini berstatus restricted stock atau saham dengan pembatasan tertentu.

Perubahan status saham itu terjadi setelah Musk menggunakan seluruh opsi saham yang diterimanya melalui paket kompensasi CEO Tesla pada 2018.

Paket kompensasi tersebut sempat dibatalkan pengadilan Delaware pada 2024, namun dipulihkan kembali oleh Mahkamah Agung Delaware pada 2025.

Setelah itu, Tesla dan Musk menandatangani perjanjian baru pada April 2026 yang mengubah opsi saham tersebut menjadi saham terbatas.

Berdasarkan perjanjian itu, Musk baru bisa memperoleh penuh saham tersebut apabila tetap menjabat sebagai CEO Tesla atau eksekutif yang bertanggung jawab atas pengembangan produk maupun operasional perusahaan hingga Januari 2028.

Meski demikian, Forbes menilai Musk masih berpeluang kembali menyandang status triliuner. Pasalnya, kontributor terbesar kekayaannya masih berasal dari kepemilikan sekitar 38 persen saham SpaceX yang saat ini bernilai sekitar US$796 miliar atau Rp14.267,10 triliun.

Artinya, jika valuasi SpaceX kembali menguat, kekayaan Musk berpotensi kembali menembus angka US$1 triliun.

Di luar itu, Musk tetap mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Nilai kekayaannya masih tiga kali lipat lebih besar dibandingkan orang terkaya kedua, yakni salah satu pendiri Google Larry Page.

Page yang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$284 miliar.