Ternyata Omicron Sudah Masuk ke Nigeria Sebulan Sebelum di Afsel

Jakarta, law-justice.co - Covid-19 varian Omicron yang muncul di Afrika Selatan ternyata bukan kasus yang pertama terjadi. Nigeria menyatakan bahwa kasus pertama varian Omicron Covid-19 terjadi di wilayah mereka pada Oktober 2021.

Kasus itu datang setelah sejumlah pelancong yang berkunjung dari luar negeri. Kabar ini menandakan bahwa Omicron telah muncul beberapa minggu sebelum kasus itu pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan.

Baca juga : PDIP Buka Pendaftaran Bakal Cagub dan Cawagub Jakarta Mulai 8 Mei

"Pengurutan retrospektif dari kasus yang sebelumnya dikonfirmasi di antara pelancong ke Nigeria juga mengidentifikasi varian Omicron di antara sampel yang dikumpulkan pada Oktober 2021," kata Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (1/12/2021).

Meski begitu, NCDC tidak memberikan detail informasi soal pelancong yang datang ke Nigeria.

Baca juga : Respons Gibran Usai Luhut Minta Prabowo Jangan Bawa Orang Toxic

NCDC mengatakan dua kasus lain dari varian Covid-19 Omicron berasal dari dua pelancong yang tiba dari Afrika Selatan minggu lalu.

"Kemungkinan besar peningkatan penularan varian Omicron, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah mengekang penularan masyarakat," kata NCDC.

Baca juga : Bupati Gus Muhdlor Akhirnya Mau Diperiksa KPK

Data dari negara lain telah menunjukkan Omicron beredar sebelum teridentifikasi di Afrika Selatan. Setelahnya, lebih dari 12 negara melaporkan kabar serupa.

Butuh waktu waktu berminggu-minggu untuk menentukan apakah varian itu lebih menular, mematikan atau lebih tahan terhadap vaksin.

Beberapa negara telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke negara-negara di Afrika selatan, yang menurut Ramaphosa tidak dapat dibenarkan dan merugikan negara-negara berkembang.

Pengumuman oleh NCDC datang menjelang pertemuan antara Presiden Afrika Selatan Cyril Rampahosa dan mitranya dari Nigeria, Muhammadu Buhari, di Abuja pada hari Rabu (1/12/2021).