Prof Henry: Logika Nico Silalahi Sesat karena Otak Dipenuhi Keburukan!

Jakarta, law-justice.co - Pegiat media sosial, Nicho Silalahi menyinggumg bahwa hanya orang tolol dan penjilat yang mau memuji-muji penikmat pajak rakyat. Hal itu dikatakannya saat menanggapi unggahan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Profesor Henry Subiakto.

Merespon hal itu, Henry Subiakto mengatakan bahwa Nicho Silalahi memiliki logika sesat karena otaknya dipenuhi dengan keburukan.

Baca juga : Ini Respons Menperin Soal Isu Batalnya Investasi Apple di Indonesia

“Logika sesat Nico Silalahi, karena otak dipenuhi keburukan, saat orang melihat dari sisi kebaikan, narasi yang keluar pun tak bisa lepas dari kesesatan,” kata Henry di Twitternya, Jumat (22/10/2021).

“Dia pikir apresiasi tidak mungkin muncul dari ketululusan. Baginya kebaikan itu menjilat. Kekritisan identik dengan keburukan,” sambungnya.

Baca juga : Pemrov DKI Jakarta Tidak Ingin Kualitas Udara Buruk Kembali Terjadi

Adapun aksi saling sindir ini berawal dari sindiran Nicho Silalahi saat menanggapi unggahan Prof Henry yang bertemu dengan Polisi Cyber Crime.

Dalam unggahannya yang disertai foto, Prof Henry mengatakan bahwa ada kultur yang berkembang di era digital, di mana kegaduhan di media sosial membuat banyak orang sensitif.

Baca juga : Netizen Geram Pemain Uzbekistan Jadi Kiper Terbaik Piala AFC U-23

Orang-orang ini, kata Prof Henry, sedikit-sedikit ingin menghukum yang berseberangan dengan mereka.

“Ini nampak dengan banyaknya laporan ke polisi,” katanya melalui akun Twitter @henrysubiakto pada Kamis, 21 Oktober 2021.

“Saya sendiri sampai sekarag belum pernah lapor. Walau tiap saat ketemu polisi cyber crime di kantor, seperti hari ini,” tambahnya.

Nicho Silalahi lalu menanggapi bahwa narasi Prof Henry itu menunjukkan bahwa ia haus pengakuan publik agar terlihat sebagai orang penting yang dimintai keterangannya.

“Sayangnya netizen terlalu cerdas sehingga muncul caci maki,” kata Nicho Silahahi.

“Oh ya Prof, hanya orang TOLOL dan PENJILAT yang mau Muji Muji Penikmat pajak rakyat,” tambahnya.

Dalam komentaranya yang lain, Nicho Silalahi juga menyindir adanya “Profesor bloon ketinggalan informasi” yang membanggakan diri tidak pernah melapor.

Padahal, kata Nicho, Profesor itu di medsosnya sangat songong akan menggunakan hak hukumnya untuk mengancam netizen.

“Sialnya, prof bloon itu malah bangga mentok di staf ahlinya untuk menikmati pajak rakyat,” sambungnya.