Jokowi Picu Kerumunan di Cirebon, IER Sentil Moralitas Rendah

Jakarta, law-justice.co - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (31/8/2021) lalu yang berakibat pada kerumunan saat bagi-bagi sembako terus disoroti sejumlah pihak. Institute Ecosoc Rights (IER) pun ikut berkomentar.

IER pun mengkritik tajam kepada Jokowi. Mereka menyinggung soal rendahnya standard moralitas dari seorang pemimpin.

Baca juga : Bahlil Beberkan Alasan Pemerintah Minta 61 Persen Saham Freeport

"Zaman kegelapan : para pemimpin sangat rendah standard moralitasnya, dangkal visi dan pemikirannya, kata2nya sulit dipercaya, dan tanpa keteladanan," tulis akun Twitter InstitutEcosocRights pada Kamis (2/9/2021).

Selain itu, IER juga memperosalkan kerumunan yang dilakukan Jokowi. Pasalnya, saat ini masih dalam situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga : Bedak Bayi Dituduh Picu Kanker, J&J Sodorkan Uang Damai Rp105 T

"Di saat rakyat ditekan dng PPKM, para pemimpin justru melecehkan aturan yg mrk buat sendiri dgn bangga tanpa rasa malu," tulis IER.

Seperti diketahui, Sebelum insiden rebutan sembako, ratusan warga sudah menunggu kedatangan Presiden Jokowi di jalan sekitar Bandara Cakrabuana Cirebon.

Baca juga : Ini Nasib Pemilih di Pilkada Usai DKI Jadi DKJ

Usai iring-iringan Presiden Jokowi melintas, warga berlarian menghampiri sebuah kendaraan jenis Elf untuk berebut bantuan sembako.

Sembako yang dibagikan melalui sebuah mobil jenis Elf tersebut memicu kerumunan warga. Bahkan sejumlah warga yang ikut berebut bantuan itu terjepit di kerumunan warga yang berebut sembako.

Salah satunya, seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil empat bulan sempat terjatuh dan terjepit warga.

Tak hanya itu, ada juga ibu-ibu rumah tangga yang membawa balita turut ikut berdesakan demi mendapatkan bantuan sembako. Anak-anak yang digendong tersebut menangis histeris karena kepanasan.