Sandera Penumpang Bus Pakai Pistol Mainan, Pembajak Ditembak Mati

Jakarta, law-justice.co - Kepolisian Brasil sukses melumpuhkan pelaku aksi pembajakan bus yang sempat menyandera lebih dari 30 penumpang.

Pelaku pembajakan dilumpuhkan dan ditembak mati oleh polisi setelah drama penyanderaan selama beberapa jam. Diketahui kemudian bahwa pelaku ternyata membawa pistol mainan.

Baca juga : Hajar Rival Sekota, Arsenal Kian Kokoh Di Puncak Klasemen Liga Inggris

Insiden penyanderaan itu terjadi di sebuah jembatan yang menghubungkan kota Rio de Janeiro dengan kota Niteroi.

Pelaku juga membawa jerigen bensin. Sekitar 31 penumpang sempat terjebak selama empat jam sebelum polisi dapat membebaskan mereka. Seluruh sandera dapat keluar tanpa cedera. Enam penumpang lainnya, terdiri dari empat wanita dan dua pria, sempat lebih dulu dibebaskan.

Baca juga : Bulan Depan, Erick Thohir Bakal Rombak Direksi-Komisaris 12 BUMN

Seorang juru bicara polisi militer mengatakan pria itu ternyata membawa senjata mainan.

"Tindakan yang diperlukan diambil penembak jitu untuk menetralkan (pembajak) dan menyelamatkan orang-orang di bus. Dia (pembajak) tewas di tempat kejadian," kata juru bicara itu seperti dilansir Kompas.com dan AFP, Selasa (20/8/2019).

Baca juga : Nasib Tragis BUMN Farmasi Indofarma

Polisi bersenjata berat, termasuk personel militer dan penembak jitu telah ditempatkan di sekitar bus saat dilakukan negosiasi dengan pelaku pembajakan, yang identitasnya belum dirilis.

Dalam siaran langsung yang disiarkan televisi, sejumlah mobil ambulans telah disiagakan di dekat bus, yang siap menerima para sandera saat mereka dibebaskan satu demi satu.

Pelaku dilaporkan menaiki bus sekitar pukul 05.30 pagi dan mulai mengancam para penumpang.

"Pelaku mengatakan bus sedang dibajak dan tidak meminta barang-barang kami," kata Hans Moreno, salah seorang penumpang bus yang dibajak, kepada stasiun televisi, Globo TV.

"Dia (pelaku) terlihat sangat tenang dan tak banyak berbicara," tambahnya.

Sementara penumpang lainnya, Walter Freire, mengaku sempat berpikir bahwa dirinya akan mati.

"Saya bersyukur polisi dapat bekerja dengan baik," ujarnya.

Insiden yang terjadi saat jam sibuk itu sempat membuat lalu lintas di jembatan yang membentang di Teluk Guanabara lumpuh. Para pengemudi terlihat turun dari mobil mereka dan mengambil foto dan merekam video dengan ponsel.

Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Wilson Witzel, yang turut hadir di lokasi kejadian mengatakan keputusan berat harus diambil petugas untuk menyelamatkan para sandera.

"Idealnya, setiap orang dapat keluar dari situasi ini dalam keadaan hidup, tetapi kami harus mengambil keputusan untuk menyelamatkan para sandera," ujarnya kepada wartawan.

Ditambahkan Witzel, petugas telah menghubungi keluarga para sandera serta pelaku pembajakan yang tewas. Dia mengatakan, salah seorang kerabat pelaku telah menyampaikan permohonan maaf atas apa yang dilakukan pelaku.

Disampaikan pihak kepolisian, pelaku pembajakan disebut merupakan seorang pria muda yang mengenakan kaus putih dan celana panjang berwarna gelap.

Pelaku sempat keluar dari dalam bus dan menunjukkan wajahnya, menurut laporan media G1. Tidak diketahui apa tuntutan yang diajukan pelaku atau alasannya melakukan pembajakan bus dan penyanderaan itu.