Merasa Dihina-Direndahkan, Jokowi: 34 Juta Orang Percaya Ijazah Palsu

Jakarta, - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa dirinya merasa dihina atas tudingan ijazah palsu yang dilontarkan oleh Roy Suryo Cs.

Dia menyampaikan itu saat hadir sebagai saksi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).

"Kerugian immaterial karena tercemarnya nama baik saya dan juga keluarga saya, dan kemudian saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," kata Jokowi.

Jokowi juga mengutip hasil survei terkini sikap masyarakat terhadap isu ijazah palsu ini. Dia menyebut 18 persen masyarakat percaya bahwa ijazahnya palsu.

"Seingat saya 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia. 18 persen itu kalau dikonversi ke orang itu kurang lebih 34 juta orang percaya mengenai tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia," ucapnya.

Dia pun mengatakan bahwa angka itu bukanlah jumlah yang kecil, dampaknya Jokowi merasa tuduhan itu turut mengurangi kepercayaan publik terhadapnya.

"Betul, Yang Mulia. 34 juta orang percaya, Yang Mulia, bahwa tuduhan palsu tuduhan ijazah palsu ini telah mengurangi kepercayaan publik terhadap saya, Yang Mulia," ujar dia.

Selain itu, Jokowi juga merasa sangat tertuduh atas tudingan yang disampaikan Roy Suryo Cs itu.

Dia menyebut tuduhan itu membuatnya dituding menggunakan ijazah palsu untuk berkontestasi di berbagai kontestasi politik.

"Kemudian yang ketiga juga saya merasa juga dituduh menggunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur sekali, dan presiden dua kali, Yang Mulia," ucap dia.