Job Fair Sidoarjo Buka 4.246 Lowongan Kerja untuk Umum dan Disabilitas

Jakarta, - Pemkab Sidoarjo menggelar job fair 2026 dengan menyediakan 4.246 lowongan kerja dari 60 perusahaan dan lembaga. Bursa kerja ini juga membuka kesempatan khusus bagi penyandang disabilitas.

Job fair tersebut digelar di Mall Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo pada 3-4 November 2026 untuk pencari kerja umum. Sementara bursa kerja khusus penyandang disabilitas dijadwalkan pada 5 November 2026.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Tercatat ada 298 jabatan yang ditawarkan dalam bursa kerja tersebut.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman dalam sambutannya mengatakan job fair menjadi salah satu upaya Pemkab Sidoarjo merealisasikan program 100 ribu lapangan kerja baru.

"Pada kesempatan ini saya menekankan kembali komitmen kami dalam program 100.000 lapangan kerja baru. Salah satu upaya konkret yang kita lakukan adalah melalui bursa kerja terbuka hari ini," jelas Ainur di MPP, Selasa (3/11/2026).

Dia menyebut angka pengangguran terbuka di Sidoarjo turun dari 6,49% pada 2024 menjadi 5,75% pada 2025. Meski demikian, persoalan pengangguran masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian.

Ainur berharap 4.246 lowongan yang disediakan 60 perusahaan dan lembaga tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan pencari kerja.

Dia juga mengapresiasi perusahaan yang memberikan kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam dunia kerja.

"Ada sebuah regulasi ya, bahwasanya disabilitas itu minimal 1% dari perusahaan. Atau 2% untuk instansi pemerintah," ujarnya.

Ainur mengatakan Pemkab Sidoarjo akan melakukan pendampingan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi penyandang disabilitas agar dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar penyediaan pelatihan kerja. Salah satunya pelatihan administrasi perkantoran yang ternyata diminati banyak masyarakat.

"Kami membuka pelatihan untuk perkantoran itu kurang lebih di angka 80. Ini yang daftar 500 orang lebih. Artinya antusiasnya sangat tinggi," kata Dwi.

Antusiasme pencari kerja juga terlihat dalam job fair tersebut. Danis (25), salah satu pencari kerja asal Buduran, Sidoarjo mengaku melamar ke enam perusahaan untuk posisi administrasi.

"Antusias banget sih. Banyak loker juga. Pertama kali ikut job fair dan harapannya bisa ada terus di tahun-tahun berikutnya," kata Danis

Sementara salah satu perusahaan peserta, PT Inserasena (Polygon Group) turut membuka sekitar 50 kebutuhan tenaga kerja. Talent Acquisition Polygon Group Yuli Nugraheni mengatakan lowongan tersedia untuk sektor manufaktur maupun nonmanufaktur.

Di sektor manufaktur, posisi yang dibutuhkan antara lain produksi perakitan, lay up carbon, welding, painting, dan stiker. Sementara sektor nonmanufaktur membuka kesempatan di bidang supply chain melalui program magang.

Pihaknya juga menyediakan kesempatan bagi penyandang disabilitas, khususnya pada bagian painting dan stiker.

"Untuk teman-teman disabilitas, kita juga menyediakan space kepada mereka karena kita punya hak yang sama kepada mereka juga," tuturnya.