Jakarta, - Usai kalah dari Chelsea pada lanjutan Premier League, Sabtu (31/10) malam WIB, Manchester United semakin dekat dengan zona degradasi klasemen sementara.
Man Utd kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge. Petaka juga didapati The Red Devils karena Lisandro Martinez mendapat kartu merah.
Kekalahan membuat Man Utd kini berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Inggris musim ini dengan tujuh poin. Tim asuhan Michael Carrick punya perolehan angka serupa dengan Coventry City dan Crystal Palace di peringkat ke-18 serta ke-19.
Jika Nottingham Forest dan Coventry sama-sama menang pada lanjutan pekan kesembilan, maka MU bisa berpotensi jeblos ke zona degradasi di akhir pekan ini.
Bagi Man Utd, bertengger di peringkat ke-16 sudah merupakan catatan terburuk selama keikutsertaan di Premier League. Mereka pernah ada di tempat terendah ketika finis di posisi ke-15 pada musim 2024/2025.
Sudah sembilan laga beruntun Bruno Fernandes dan kawan-kawan tanpa kemenangan. Hal ini membuat mereka mengulang rapor merah pada musim 1988/1989.
Man Utd perlu evaluasi total di segala sisi. Sebab mereka akan menghadapi rentetan laga berat pada November. Pada pertengahan pekan, The Red Devils akan menjamu AS Roma pada lanjutan Liga Champions, rabu (4/11) dini hari WIB.
Kemudian peraih treble winner 1998/1999 itu akan berjumpa Aston Villa pada lanjutan Premier League sebelum jeda internasional. Selepas itu, duel klasik antara Liverpool vs MU akan tersaji pada 22 November 2026.
Man City juga Tumbang
Di pertandingan lain, rival sekota Man-U, Manchester City juga tumbang saat menjamu menjamu Brighton & Hove Albion dengan skor 0-1. Gol tunggal Seagulls dibuat Yasin Ayari.
Pada pertandingan di Etihad Stadium, Sabtu (31/10/2026) malam WIB, City dominan dengan 21 attempts, tapi cuma enam yang mengarah ke gawang dan menguasai 62 persen ball possesion.
Brighton cuma melepaskan tiga attempts on target dari total tujuh. Salah satunya berbuah gol di menit ke-10 oleh Ayari.
Dengan hasil ini, Brighton mendekati posisi dua besar, dengan 19 poin di posisi ketiga klasemen Liga Inggris. City tetap di puncak dengan 21 poin dari sembilan laga, hanya unggul selisih gol atas Arsenal di urutan kedua.
City coba mengambil inisiatif serangan sejak menit awal tapi mereka kesulitan melewati lini tengah Brighton yang bermain solid.
Yang ada Brighton malah memimpin duluan pada menit ke-10 dari situasi serangan balik. Brighton menyerang dari sisi kanan dan umpan tarik dilepaskan ke tiang jauh yang ditempati Maxim De Cuyper.
Bola gagal dihalau Matheus Nunes dan malah mengenai kaki De Cuyper, sehingga mengarah ke Yasin Ayari di depan gawang. Ayari mudah saja membobol gawang Gianluigi Donnarumma.
City tersentak dengan gol itu tapi mereka kesulitan untuk membahayakan gawang Bart Verbruggen. Ada satu kans didapat Iliman Ndiaye saat menanduk bola crossing Elliot Anderson tapi melebar.
Tiga menit jelang turun minum, City hampir mencetak gol andaikan Lewis Dunk tak mengadang bola tembakan Erling Haaland di depan gawang.
Skor 1-0 tidak berubah sampai kedua tim menuju ruang ganti.
Empat menit selepas jeda, De Cuyper punya peluang memperlebar skor andaikan tembakannya di muka gawang tak melayang.
Peluang City terbuang sia-sia pada menit ke-54 saat Ndiaye menusuk dari sisi kanan dan dituntaskan dengan tembakan keras yang membentur mistar.
City terus menggempur pertahanan Brighton tapi upaya mereka selalu gagal. Satu peluang dari Ndiaye terbuang pada menit ke-78 saat dia menyambut umpan tarik Nico O`Reilly di tiang jauh, tapi bola masih melambung.
Brighton juga hampir bikin gol kedua di menit ke-88 andaikan Jack Hinshelwood tidak mencungkil bola ke sisi gawang Donnarumma.
Semenit setelahnya City yang punya dua peluang beruntun. Pertama dari sepakan Abdukodir Khusanov yang ditepis Verbruggen, lalu bola muntah disambar O`Reilly dan melebar.
Tidak ada gol tercipta lagi sehingga Brighton tetap menang 1-0.