Approval Rating Terdongkrak Jika Prabowo Tegas soal Ijazah Gibran

Jakarta, - Tingkat kepuasan kinerja atau approval rating dari Presiden Prabowo Subianto ikut tergerus buntut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bekas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyampaikan pandangan tersebut dalam podcast Terus Terang, yang tayang di kanal youTubenya.

Menurutnya, kegaduhan soal ijazah Gibran dapat membantu menaikan approval rating Prabowo kembali tinggi, jika diikuti ketegasan dalam hal penegakan dan keadilan hukum.

"Ini waktu yang tepat bagi Pak Prabowo. Karena 8 bulan lagi tahapan pemilu sudah akan dimulai. Dia mau calon lagi. Sudah akan dimulai tahapan awalnya itu," kata Mahfud, dikutip Senin 12 Oktober 2026.

Mantan Ketua MK ini memandang, perbaikan approval rating petahana sangat dibutuhkan sedini mungkin.

"Approval rating Pak Prabowo harus dinaikkan lagi oleh Pak Prabowo," jelas Mahfud.

Karena itu, Mahfud mendorong agar Prabowo bisa mengambil sikap bijak dalam merespons polemik ijazah Gibran. Karena terungkap di persidangan MK bahwa Gibran tidak ditemukan ijazahnya.

"Ini masalah peradaban, yang sudah kita bangun 80 tahun lebih. Peradaban jangan rusak karena ini. Ayo selesaikan secara politik. Bisa. Tapi kalau (kata) Pak Prabowo, nggak usah, ya nggak bakal jalan (penegakan hukumnya," tegas Mahfud.