Jakarta, - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pamer peta Amerika, Kanada, Islandia, hingga Greenland berbendera AS pada Selasa (8/8).
Pemerintah Islandia marah dan memanggil Duta Besar AS untuk negara tersebut, Billy Long. Reykjavik meminta klarifikasi Dubes AS atas ulah Trump pamer peta Islandia dengan bendera AS.
Reykjavik juga menyampaikan komplain atas unggahan Trump tersebut di media sosial miliknya.
"Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa unggahan itu sama sekali tidak pantas," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Islandia.
Peta tersebut memperlihatkan wilayah AS, Kanada, Greenland, Islandia, dan Amerika Tengah yang tertutup oleh bendera Amerika. Trump mengunggah gambar itu tanpa disertai penjelasan apa pun.
Insiden ini terjadi di tengah pernyataan berulang Trump mengenai keinginannya untuk menguasai Greenland, sebuah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.
Tahun ini, Trump beberapa kali menyebut Islandia saat membahas Greenland di Forum Ekonomi Dunia di Davos maupun di Gedung Putih, dikutip dari Anadolu Agency.
Pejabat Gedung Putih awalnya membantah bahwa Trump keliru membedakan kedua negara tersebut, namun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio belakangan mengakui bahwa Trump memang tertukar antara Islandia dan Greenland.
Trump sebelumnya juga pernah membagikan gambar yang menampilkan Greenland di bawah bendera AS atau simbol-simbol AS lainnya.
Unggahan terbaru ini menuai kritik di Islandia; Sonja Thorbergsdottir, ketua Federasi Pegawai Negara dan Kota, menyebut tindakan tersebut "tidak menghargai."
"Bukan begini seharusnya cara bangsa yang beradab bersikap satu sama lain," pungkasnya.