Kasus Winda Lorenza Jadi Atensi,

Sebelum Tewas, Istri Polisi di Medan Disebut Dijual Suami ke Pimpinan

Jakarta, - Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kematian Winda Lorenza Gowasa, istri polisi yang dianggap janggal, kembali menjadi sorotan setelah muncul pengakuan mengejutkan dari sepupunya.

Dalam sebuah video yang beredar, sepupu Winda mengungkap cerita yang disebut pernah disampaikan mendiang sebelum meninggal.

Winda disebut pernah mengaku kepada sepupunya bahwa dirinya “dijual” oleh sang suami, Brigadir Imansyah Harefa, kepada atasannya yang saat itu disebut menjabat sebagai Wakapolda Sumut.

Pengakuan tersebut kini mendapat perhatian serius dari Polda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihaknya akan mendalami informasi yang disampaikan dalam video tersebut.

Pendalaman dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut bersama Direktorat Siber Polda Sumut.

“Jadi kami melalui Bid Propam Polda Sumatra Utara saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut. Dan nanti juga akan dikoordinasikan dengan Direktorat Siber Polda Sumatra Utara, yaitu menyangkut videonya,” kata Kombes Ferry, Kamis (3/9/2026).

Sepupu Ungkap Winda Pernah Cerita Dijual Suami

Dalam video tersebut, sepupu Winda yang berbicara di hadapan orang tua mendiang menyebut kehidupan Winda mulai mengalami kehancuran setelah kejadian yang disebutnya berkaitan dengan sang suami.

Dia mengaku Winda pernah bercerita bahwa dirinya “dijual” oleh Imansyah Harefa kepada atasannya.

“Jadi awal mula dia hancur itu sebenarnya, Pak, sejak Iman menjual dia pada atasannya. Jadi si Iman ini pernah menjual Loren dengan atasannya, kalau enggak salah dulu jabatannya adalah Wakapolda, itu di tahun 2020-2021,” ungkap wanita tersebut dalam video yang beredar.

Dia kemudian mengaku menirukan ucapan Winda ketika menceritakan kejadian tersebut.

“Saya sudah... saya sudah dijual Iman sama atasan, jabatannya Wakil Polda. Nggak lama setelah dia cerita itu, Bapak itu pindah ke Jakarta dan kalau enggak salah sekarang dia udah jadi Kapolda atau apa jabatannya, saya lupa,” ujarnya.

Dalam pengakuan tersebut, sepupu Winda juga menyebut dugaan tindakan itu disebut bukan terjadi sekali.

“Dan itu bukan sekali dua kali si Iman ini menjual,” sambungnya.

Namun, keterangan tersebut masih berupa pengakuan yang disampaikan dalam video dan belum menjadi kesimpulan penyidik. Polda Sumut kini tengah melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Polda Sumut Akan Periksa Imansyah

Selain mendalami video, Polda Sumut juga akan memeriksa Brigadir Imansyah Harefa terkait tuduhan tersebut.

Ferry mengatakan pemeriksaan terhadap Iman akan menjadi bagian dari pendalaman perkara.

Imansyah sendiri sebelumnya telah menjalani penempatan khusus (patsus) selama 20 hari di Bid Propam Polda Sumut, terhitung sejak Senin (10/8/2026) hingga 29 Agustus 2026.

Namun, masa patsus tersebut kemudian diperpanjang selama 10 hari karena penyidik masih membutuhkan pemeriksaan tambahan.

“Ya. Saat ini saudara Iman sedang kami patsus, karena kemarin sudah 20 hari kita patsus dan sekarang kami tambahkan 10 hari lagi kita patsus,” ungkap Ferry.

Laporan Ayah Winda Masih Berproses

Sementara itu, laporan yang dibuat ayah Winda, Sanalui Gowasa (55), juga masih dalam proses di Polda Sumut.

Polisi belum mengungkap secara rinci sejauh mana penyelidikan terhadap laporan tersebut.

Termasuk soal kemungkinan dilakukannya autopsi ulang terhadap jenazah Winda yang kini telah dimakamkan, Polda Sumut belum memberikan kepastian.

“Masih berproses,” kata Ferry.

Dengan munculnya pengakuan baru tersebut, penyidik kini masih mengumpulkan informasi dan alat bukti untuk menguji setiap keterangan yang beredar.

Polda Sumut menegaskan proses pendalaman dilakukan untuk memastikan fakta sebenarnya di balik kasus kematian Winda Lorenza.