"Saya mah nggak pusing, tinggal bayar. Cuma kan konsekuensinya ke utang segala macam, apalagi kalau ada kebocoran sana-sini," ungkap Purbaya kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).
Meski begitu, Purbaya menilai Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini dipimpin oleh sosok yang tepat. Pasalnya, BGN saat ini banyak melakukan efisiensi terhadap penyelenggaraan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Purbaya mengatakan, BGN telah melakukan efisiensi anggaran menjadi Rp 240 triliun dari Rp 330 triliun. Ia menilai, anggaran program MBG juga masih berpeluang dipangkas untuk implementasi tahun ini.
"Jadi kepala BKN yang baru orangnya cukup bagus ya, bagus malah. Itu sudah melakukan efisiensi Implementasi program itu, sudah ada penghematan yang besar. Tahun ini kan tadinya anggarannya Rp 330 triliun, turun ke Rp 270 triliun, Rp 240 triliun. Dan saya pikir tahun ini implementasinya akan di bawah itu, di bawah Rp 200 triliun mungkin dugaan saya," bebernya.
Purbaya menambahkan, implementasi MBG saat ini lebih terkendali yang diharapkan semakin baik. Ia juga mengaku akan ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut, khususnya pada operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Jadi saya kerahkan orang Dirjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia untuk memonitor secara berkala SPPG-SPPG yang ada di setiap daerah Indonesia. Itu akan menjadi penambahan tentang pelaksanaan program itu, nanti kalau ada yang ngaco-ngaco kita kasih masukkan ke BGN bahwa di satu tempat SPPG tertentu melakukan kesalahan dan kalau nggak didenger kita kurangin anggarannya," pungkasnya.