Poros Solo sebelumnya disinggung Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Selain Solo, poros lain yang disebut Doli yakni Cikeas dan Teuku Umar.
"Kami tidak tahu dan tidak mengenal apa itu poros Solo," kata Bestari saat dihubungi, Selasa (7/9).
Bestari mengatakan partainya tengah fokus melakukan proses verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut dia, meski PSI kini dipimpin putra bungsu Joko Widodo, Kaesang Pangarep, sebutan poros Solo hanya asumsi liar.
"Kami enggak kenal poros Solo. Asumsi liar aja itu mungkin," jelas Bestari.
Doli sebelumnya menyebut Poros Solo dan Cikeas sebagai kekuatan politik yang telah memasang `kuda-kuda` persiapan untuk pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
Dia menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9), yang dinilai sebagai gestur poros politik Cikeas untuk maju di pilpres.
AHY dalam pidatonya di kantor DPP Partai Demokrat, menyinggung sejumlah isu terkait pemilu. AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan oleh rakyat di lapangan.
Sebelumnya, pernyataan Ketua Umum relawan Jokowi, Projo, Budi Arie Setiadi yang sempat ramai di media sosial, juga dinilai Doli sebagai sinyal kesiapan poros politik Solo menghadapi pilpres.
Pada kesempatan itu, Budi Arie duduk bersama Jokowi dalam video yang belakangan viral.
"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu poros politik (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi poros politik (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat," kata Doli saat dihubungi, Selasa (7/9).