Tewas Saat Kericuhan Pejompongan, Keluarga Tahu Levat Video

[INTRO]

Kericuhan yang terjadi di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) malam, menelan korban jiwa. Seorang warga Bendungan Hilir, Bambang Setiyawan (59), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan saat berada di tengah kerumunan.

Bambang sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Menurut istrinya, Sudarsi (56), Bambang masih berjualan hingga sore sebelum situasi di sekitar lokasi semakin ramai.

Sekitar pukul 16.30 WIB, Sudarsi meminta suaminya menutup dagangan karena melihat jumlah massa mulai bertambah. Bambang kemudian menuruti permintaan tersebut.

Namun, setelah itu Bambang sempat keluar rumah untuk mengantar seseorang yang sedang sakit ke Rumah Sakit Pelni. Ia pergi bersama anaknya menggunakan sepeda motor dan baru kembali sekitar pukul 21.00-21.30 WIB.

Saat kondisi di sekitar Pejompongan kembali ramai akibat kericuhan, Bambang kemudian keluar menuju tokonya. Menurut keluarga, Bambang sebelumnya memang beberapa kali berada di sekitar lokasi ketika terjadi kerumunan, termasuk membantu warga dengan menyediakan air.

Kali ini, Bambang tidak kunjung kembali ke rumah.

Sudarsi sempat mencari keberadaan suaminya hingga sekitar pukul 01.30 WIB. Ia kemudian mendapat informasi mengenai Bambang setelah anaknya mengenali sosok korban dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang membawa kayu. Seorang pria kemudian tampak diseret dan dipukuli oleh beberapa orang. Keluarga menduga pria dalam video tersebut adalah Bambang.

"Justru kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu," ujar Sudarsi.

Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri sebelum dipulangkan ke rumah duka di kawasan Bendungan Hilir. Rencananya, Bambang akan dimakamkan di TPU Kemanggisan.

Ketua RT setempat, Aban Sobandi, juga berada di sekitar lokasi saat kericuhan berlangsung. Namun, ia mengaku tidak dapat melihat secara jelas kejadian yang menimpa Bambang karena terhalang kerumunan.

Aban kemudian berupaya menggali informasi dari warga yang merekam video terkait kejadian tersebut.

Kematian Bambang kini menambah daftar persoalan yang muncul setelah kericuhan di kawasan Pejompongan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas bagaimana korban meninggal, siapa yang melakukan kekerasan, serta kronologi lengkap sebelum Bambang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.