"Hingga saat ini, kami menyampaikan di Kalimantan Barat bahwa hotspot yang ditemukan yang dilaporkan kepada kami ada 2.610 hotspot," kata Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Rabu (26/8/2026).
Sementara itu, titik api atau firespot mencapai 64 titik. Dia mengatakan jarak pandang di Kalbar hanya sekitar di bawah 1 km.
"Sedangkan firespot atau titik api sebesar 64 titik. Indikasi kebakaran seluas 38.310 hektar lebih. Jarak pandang sekitar di bawah 1 km," jelasnya.
Dia mengatakan saat ini hujan telah turun di sejumlah kabupaten di Kalbar sejak kemarin. Berton mengatakan hujan itu merupakan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC).
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, tercatat ada 2.110 hotspot dan 55 firespot. Sedangkan indikasi lahan terbakar mencapai lebih dari 7.634 hektare.
"Di Kalimantan Tengah, kami menemukan adanya 2.110 titik hotspot, sedangkan untuk firespot atau titik api sebesar 55 titik. Indikasi lahan yang terbakar sebesar 7.634 hektare lebih. Jarak pandang normal di atas 10 km," paparnya.
Di Kalimantan Selatan, BNPB mencatat 817 hotspot dan 1.995 firespot. Indikasi luas lahan terbakar mencapai lebih dari 9.605 hektare dengan jarak pandang di atas 9 km.