Respons Gerindra Jabar soal Rumor Dedi Mulyadi Bakal Pindah ke PSI

Jakarta, - Partai Gerindra Jawa Barat (Jabar) buka suara merespons soal isu bahwa Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi akan meninggalkan partai itu demi gabung PSI.

Wakil Ketua Gerindra Jabar, Buky Wibawa Karya Guna belum mengetahui apa yang menjadi dasar pemikiran dari isu tersebut. Dia pun menyebut Dedi Mulyadi alias Demul atau KDM itu telah memberikan pernyataan dengan tegas untuk terus mendukung Prabowo memimpin Indonesia.

"Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia," kata Buky saat dihubungi, Senin (23/8).

Buky menuturkan saat ini Demul merupakan kader partai Gerindra. Bahkan posisinya di Gerinda sebagai dewan pembina.

Selain itu, dia menegaskan belum melihat ada rencana Dedi untuk hengkang dari Gerindra.

"Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini," katanya.

Dia pun membantah bahwa kiprah Dedi Mulyadi yang kerap bepergian ke sejumlah tempat, termasuk luar Jawa Barat, untuk membantu adalah untuk mencari simpati. Termasuk, safari ke NTT pascagempa besar pekan lalu yang juga dikaitkan dengan isu kepindahannya ke PSI.

Buky menilai dia tahu betul dengan karakter Demul. Ia menyebut, Demul senang melakukan hal-hal teknis untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

"Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut," katanya.

"Beberapa gubernur juga memberikan bantuan, seperti dari DKI Jakarta atau Jawa Timur, tetapi itu murni atas dasar aspek kemanusiaan," sambung Buky.

Sebagai informasi, sebelum jadi kader Gerindra, Dedi Mulyadi adalah anggota Golkar bahkan pernah menjadi pemimpin partai tersebut, termasuk di Jabar.