Data tersebut disampaikan Tenaga Ahli atau Staf Khusus Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo dalam paparan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke Kalimantan, Sabtu (22/8).
"Kami laporkan tentang situasi terkini. Pantauan hotspot yang selama 24 jam berdasarkan satelit terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi," kata Bulo dalam paparannya.
Menurut Bulo, tingkat kepercayaan tinggi tersebut mengindikasikan adanya titik api dan asap di wilayah Kalimantan Barat.
Selain itu, terdeteksi 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Dia juga menjelaskan 3.100 titik dengan tingkat kepercayaan menengah tersebut lebih banyak menunjukkan adanya kepulan asap.
Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi itu tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Titik terbanyak berada di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara.
Selain itu, titik api juga terdeteksi di wilayah sektor selatan dan timur, termasuk Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.
Bulo mengatakan potensi hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada 21-27 Agustus. Potensi hujan tersebut terutama berada di wilayah timur Kalimantan Barat.
BNPB sebelumnya telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11-18 Agustus. Namun, operasi tersebut dihentikan sementara karena tidak terdapat potensi awan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan.
"Kami sudah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada tanggal 11 sampai dengan 18 Agustus yang lalu. Kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan," jelas Bulo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi untuk meninjau sekaligus memimpin langsung penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo sebelumnya telah membagi penugasan kepada jajaran TNI dan Polri untuk menangani karhutla di empat provinsi terdampak di Kalimantan.
Untuk Kalimantan Barat, Prabowo menugaskan Panglima TNI dan Kapolri untuk memimpin penanganan di lapangan.
"Presiden menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal," beber Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8).