Dr. Syifa Rahmani (Dokter Spesialis Mata RS Universitas Padjadjaran, Dosen FK Unpad)

Padel dan Risiko Cedera Mata, Ini Cara Mencegahnya

Jakarta, - Olahraga padel saat ini sedang popular di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Gabungan antara tenis dan skuas ini menawarkan permainan yang cepat, seru, dan mudah dipelajari. Namun, di balik kesenangannya, ada satu risiko kesehatan yang mengintai dan belum banyak disadari oleh para pemainnya: cedera mata akibat padel atau Padel-Related Eye Injury. 

Di negara-negara di mana padel sudah lebih dulu populer seperti Spanyol dan Swedia, kasus cedera mata akibat padel melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Padel kini menjadi salah satu penyumbang kasus cedera mata terbanyak dari kategori olahraga raket. 
 
Seiring menjamurnya lapangan padel di kota-kota besar Indonesia dalam 2–3 tahun terakhir, kasus cedera mata akibat padel juga mulai berdatangan ke IGD Rumah Sakit Mata.

Mengapa Mata Sangat Rentan Cedera Saat Bermain Padel?

Olahraga padel memiliki risiko cedera mata yang lebih tinggi dibandingkan banyak olahraga lainnya karena kombinasi dari desain peralatan, karakteristik lapangan dan dinamika permainannya. Berikut adalah beberapa alasan utamanya :
 
- Ukuran Bola yang Sesuai dengan Rongga Mata: Ukuran bola padel sedikit lebih kecil daripada bola tenis, yang mana ukuran ini sesuai dengan ukuran rongga tulang mata kita. Bola dapat menghantam bola mata secara langsung tanpa terhalang oleh tulang pelindung di sekitar mata.

- Kecepatan Bola yang Tinggi: Bola dalam permainan padel bisa melesat dengan kecepatan antara 100 hingga 130 km/jam. Kecepatan tinggi ini, jika dikombinasikan dengan dampak langsung pada area sensitif seperti mata, dapat menyebabkan cedera serius.

- Karakteristik Lapangan yang Sempit dan Tertutup: Lapangan padel berukuran 10 x 20 meter, yang jauh lebih kecil dibandingkan lapangan tenis standar, dan dikelilingi oleh dinding kaca. Lingkungan yang tertutup ini menyebabkan bola sering memantul secara tidak terduga, meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan.
 
- Interaksi Jarak Dekat: Karena ukuran lapangan yang terbatas, pemain sering terlibat dalam pertukaran pukulan dalam jarak yang sangat dekat. Hal ini memberikan waktu reaksi yang sangat sedikit bagi pemain untuk menghindari hantaman bola atau raket ke arah wajah.

- Format Permainan Ganda: Padel hampir selalu dimainkan dalam format ganda (empat pemain di lapangan), yang secara statistik meningkatkan risiko cedera mata karena kepadatan pemain yang lebih tinggi di area yang sempit dibandingkan dengan permainan tunggal.

- Kurangnya Penggunaan Pelindung: Mayoritas pemain tidak menggunakan kacamata pelindung saat bermain. Selain itu, saat ini tidak ada kewajiban formal
untuk menggunakan pelindung mata dalam peraturan internasional padel, meskipun efektivitas alat pelindung tersebut sangat besar dalam mencegah cedera.
 
Resiko Cedera Mata

Cedera mata yang terjadi akibat olahraga padel bervariasi dari tingkat ringan hingga kondisi berat yang mengancam penglihatan. Berdasarkan data dari penelitian medis terhadap pemain padel, berikut adalah rincian jenis cedera yang dapat terjadi:

1. Cedera Ringan. Cedera ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen namun memerlukan perhatian medis awal.

- Erosi atau Abrasi Kornea: Merupakan salah satu cedera yang paling sering dilaporkan, terjadi ketika permukaan luar mata tergores oleh bola atau benda asing.
 
- Perdarahan Subkonjungtiva: Pecahnya pembuluh darah kecil di bawah selaput bening mata yang menyebabkan mata terlihat merah.
 
- Hematoma Kelopak Mata: Memar atau bengkak pada jaringan lunak di sekitar kelopak mata akibat benturan.
 
- Laserasi Kelopak Mata: Luka robek fisik pada kelopak mata.

2. Cedera Sedang:  Cedera dalam kategori ini melibatkan struktur internal mata dan memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

- Hifema: Terkumpulnya darah di bilik mata depan (antara kornea dan iris), yang sering disebabkan oleh trauma tumpul dari bola.
 
- Edema Retina (Commotio Retinae): Pembengkakan pada retina (lapisan peka cahaya) yang dapat terjadi di area perifer maupun pusat penglihatan (makula).
 
- Traumatic Iritis: Peradangan pada bagian depan bola mata yang dapat menyebabkan nyeri dan sensitivitas terhadap cahaya.
 
- Pupil Melebar (Midriasis Traumatik): Kondisi di mana pupil tetap melebar dan tidak bereaksi normal terhadap cahaya akibat kerusakan saraf atau otot iris.

- Tekanan Intraokular Meningkat: Kenaikan tekanan di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik jika tidak ditangani.

- Perdarahan atau Pelepasan Vitreous: Gangguan pada gel bening yang mengisi bola mata.

3. Cedera Berat, Cedera ini memiliki risiko tinggi menyebabkan gangguan penglihatan jangka panjang atau permanen.

-  Ablasio Retina (Retinal Detachment): Kondisi di mana lapisan retina terlepas dari jaringan penyangganya, yang menyebabkan pandangan buram mendadak.
 
- Ruptur Koroid: Robekan pada lapisan di bawah retina yang dapat meninggalkan jaringan parut atau bekas luka.
 
- Katarak Traumatik: Kekeruhan pada lensa mata yang berkembang akibat benturan.
 
-  Ruptur Iris atau Iridofakodonesis: Kerusakan pada bagian berwarna mata atau ketidakstabilan posisi lensa mata.
 
- Fraktur Orbital: Patah tulang pada rongga mata akibat benturan yang sangat kuat dari bola.
 
- Glaukoma Resesi Sudut: Kerusakan pada sistem drainase mata akibat benturan yang dapat menyebabkan glaukoma beberapa tahun setelah cedera terjadi.

Data menunjukkan bahwa meskipun mayoritas cedera bersifat sedang, sekitar 4% hingga 10% pemain yang terluka memerlukan tindakan pembedahan atau mengalami konsekuensi penglihatan jangka panjang. Sebagian besar cedera ini (sekitar 92%) disebabkan oleh hantaman bola, sementara sisanya akibat terkena raket sendiri atau rekan bermain.

Pencegahan: Gunakan Kacamata Pelindung!

Lebih dari 90% kasus cedera mata dalam olahraga sebenarnya bisa dicegah. Langkah paling efektif yang WAJIB dilakukan adalah penggunaan kacamata pelindung. Karena belum ada standar internasional khusus untuk padel, pemain disarankan menggunakan pelindung yang memenuhi standar olahraga raket lainnya, seperti ISO 18527-2 (Eropa) atau ASTM F3164 (Amerika Serikat). 
 
Standar-standar ini mencakup kriteria ketahanan benturan, kualitas optik,
dan cakupan perlindungan wajah yang memadai. Meskipun banyak pemain merasa enggan karena alasan kenyamanan atau gangguan visual, penggunaan rutin sangat krusial untuk mencegah terjadinya cedera mata.

Jika Anda atau rekan main Anda terkena hantaman bola/raket di area mata, hentikan permainan seketika dan posisikan kepala lebih tinggi, lindungi mata dengan eyeshield tanpa menekan mata, dan segera cari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki dokter spesialis mata.

Kesimpulan Olahraga padel memang sangat menyenangkan dan menyehatkan tubuh. Namun, penglihatan Anda jauh lebih berharga. Menjadikan kacamata pelindung sebagai perlengkapan wajib adalah investasi terbaik agar Anda bisa terus menikmati permainan ini dengan aman.

Tetap aktif, tetap aman, dan lindungi mata Anda di lapangan!