Kata Istana soal Heboh Prabowo Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu

Jakarta, - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg RI), Prasetyo Hadi akhirnya buka suara merespons soal heboh di media sosial yang mengutip pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa pengupas bawang mendapat upah Rp 700 ribu per kilogram.Prasetyo mengatakan akan memverifikasi kebenaran data tersebut. Ia belum bisa memberikan penjelasan secara rinci. "Nanti kita cek ya," ujarnya kepada wartawan di istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (15/8).

Pernyataan Pabowo soal pengupas bawang berpenghasilan fantastis itu disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat kemarin.

Dalam pidato tersebut Prabowo menyebut nama Susana yang merupakan buruh harian asal Kabupaten Bogor.

“Hadir bersama kita Ibu Susana dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Berdasar penelusuran warganet di pasar, pernyataan presiden itu jauh dari realita. Biasanya pengupas bawang dibayar per karung dengan upah Rp 10 ribu. Sehari bisa menyelesaikan 3 karung sehigga bayaran yang diterima sekitar Rp 30 ribu.

Di sisi lain, harga bawang di pasar tradisiona pada Agustus 2026 ini berkisar antara Rp 35 ribu higga Rp 40 ribu per kg. Publik mempertanyakan pengupas bawang yang dimaksud presiden berpenghasilan jumbo itu.

"Kalau 10 kilo dapat 7 juta, kalau 1 ton wah tukang kupas besi beli gedung DPR," guyon konten kreator @arunalif17.

Kontrovesi Prabowo sebelumnya yang juga menjadi perguncingan di media sosial saat menyebutkan penghasilan penggilingan padi bisa mencapai Rp 2 triliun sebulan.