Jakarta, - Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp18.111 per dolar AS pada perdagangan Kamis (30/7).
Mata uang Garuda melemah 38 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi seiring pergerakan sejumlah mata uang di kawasan Asia yang melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,28 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,27 persen, dolar Singapura turun 0,12 persen, serta yen Jepang melemah 0,12 persen.
Di sisi lain, Yuan China menguat 0,14 persen, dolar Hong Kong naik 0,28 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,28 persen.
Pergerakan mata uang utama negara maju juga cenderung bervariasi. Euro Eropa turun 0,18 persen, poundsterling Inggris melemah 0,11 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,08 persen, dan franc Swiss turun 0,23 persen. Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,08 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik.
"Rupiah dan mata uang regional ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Rupiah juga masih tertekan sentimen negatif domestik pasca pengunduran diri tiba-tiba Bapak Perry Warjiyo," beber Lukman melansir dari CNNIndonesia.com.