Bakusip merupakan kelompok baru yang dipimpin M. Mbalingga.
"Dari sejumlah unggahan di media sosial, Bakusip mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Polisi IGG Era Adhinata di Jayapura, Papua, Sabtu.
Ega mengatakan sejak terjadinya peristiwa penembakan pada Kamis (2/7), Satgas melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.
Satgas Damai Cartenz hingga kini masih mendalami hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak.
Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Kemudian Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa dan juga pelaku menampilkan foto berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah dibakar.
"Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," beber Kasatgas.
Untuk motif penyerangan, penyidik masih mendalami, walaupun dalam rekaman di media sosial KKB sempat mengeluarkan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah, yang mereka klaim sebagai daerah operasi.
"Penyidik masih terus mendalami untuk mengetahui motif penyerangan hingga menewaskan pilot Nicholas Goselin yang mengemudikan pesawat Pilatus milik AMA," jelas Era Adhinata.
Sementara itu Koops TNI Habema memburu pelaku penembakan pilot serta pembakaran pesawat AMA Air di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7).
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterima aparat keamanan, pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA Air dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim patroli Koops TNI Habema langsung melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku guna menjaga situasi keamanan serta mendukung proses penegakan hukum," kata Wirya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7)