Di Pasar Valuta Asing Pagi Ini Rupiah Tembus 18 Ribu per Dolar Amerika

Jakarta, - Pada pembukaan perdagangan pasar valuta asing pagi hari ini, Jumat 26 Juni 2026, nilai tukar rupiah tembus level Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Investing.com pukul 06.50 WIB, kurs rupiah berada di posisi Rp18.009 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 02 poin atau 0,52 persen dibandingkan sebelumnya.

Investing.com merupakan penyedia data foreign exchange (forex), yaitu pasar atau aktivitas perdagangan mata uang asing (valuta asing/valas). Situs ini menampilkan data real-time untuk perdagangan mata uang asing.

Kemarin (25/6), nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp17.943 per dolar AS pada perdagangan Kamis sore. Mata uang Garuda melemah 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan indeks dolar AS terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global setelah arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali pulih pasca-kesepakatan penghentian konflik antara Iran dan Israel.

Dia mencatat Menteri Energi AS Chris Wright menyebut sedikitnya 20 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Menurut Ibrahim, kondisi itu turut menekan harga minyak dunia dan mengurangi premi risiko geopolitik di pasar.

"Kesepakatan tersebut menetapkan periode negosiasi selama 60 hari untuk menangani isu-isu yang lebih sulit, termasuk program nuklir Iran. Minyak diperkirakan tetap mengalir melalui Selat Hormuz meski kesepakatan tersebut nantinya tidak berlanjut," ujar Ibrahim kepada dalam keterangannya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat di tengah ketidakpastian global. Ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah kini disebut hanya sekitar 20 persen setelah pemerintah melakukan diversifikasi pasokan dari sejumlah negara lain.

Dia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026, posisi cadangan devisa yang mencapai US$144,9 miliar pada akhir Mei, serta realisasi investasi Rp498,8 triliun yang dinilai menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan tren surplus neraca perdagangan yang terus menyusut perlu menjadi perhatian pemerintah.

"Meski berhasil mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut, tren surplus tersebut kian menipis sehingga pemerintah perlu terus mendorong sektor-sektor penghasil devisa, salah satunya pariwisata,"ujarnya.

Dia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (26/6) akan bergerak fluktuatif namun berpeluang menguat dalam rentang Rp17.940 hingga Rp17.990 per dolar AS.