Bos Danantara Ungkap Alasan Prabowo Kumpulkan Bos-bos Bank BUMN

Jakarta, - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi dan komisaris bank BUMN alias Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut Rosan, pertemuan tersebut digelar untuk membahas arah perekonomian Indonesia ke depan sekaligus mendengarkan arahan Sang Kepala Negara kepada jajaran perbankan pelat merah yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

"Ini kan hari ini bersama-sama dengan manajemen, ada juga komisaris dari Himbara, bertemu dengan Bapak Presiden (Prabowo) untuk mendapatkan pandangan, arahan dan juga sharing mengenai arah perekonomian Indonesia ke depannya," beber Rosan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.

Rosan mengatakan diskusi tersebut diharapkan menjadi forum pertukaran pandangan antara pemerintah dan perbankan BUMN terkait berbagai tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.

Ia menilai Himbara memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga diperlukan kesamaan pandangan antara pemerintah dan industri perbankan dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.

"Tentunya ini akan menjadi sesi yang produktif untuk mendapatkan masukan sehingga Himbara sebagai salah satu mungkin penggerak perekonomian ke depan ini makin baik, makin prudent, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia," jelasnya.

Presiden Prabowo sebelumnya memanggil jajaran direksi bank-bank Himbara ke Istana pada hari ini, Kamis (18/6) siang. Sejumlah petinggi perbankan pelat merah mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pejabat bank BUMN yang hadir antara lain Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, Direktur Risk Management BNI David Pirzada, serta Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar. Selain itu, hadir pula sejumlah direksi dan komisaris dari bank-bank Himbara lainnya.

Pertemuan tersebut berlangsung pada hari yang sama ketika Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026.

Dalam keputusan terbarunya, BI kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Bank sentral juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,50 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026-2027.

Kenaikan suku bunga kali ini menjadi yang ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Sebelumnya, bank sentral telah menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen pada Mei 2026 dan kembali menaikkannya menjadi 5,50 persen pada awal Juni lalu seiring tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS.