Ultah ke-80, Trump Senang Nonton Laga UFC Berdarah di Gedung Putih

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merayakan ulang tahun ke-80 dengan pertunjukan machismo pada Minggu (14/6) malam waktu setempat. Halaman Gedung Putih diubah menjadi arena pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) yang berdarah.

Dalam pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Senin (15/6/2026), Trump duduk bersama ribuan penggemar yang bersorak saat para petarung UFC saling menghajar dalam turnamen cage fight, atau pertarungan bela diri di dalam kandang.

Halaman Gedung Putih diubah menjadi arena pertarungan UFC pada Minggu (14/6) malam saat perayaan ultah Trump ke-80 Foto: REUTERS/Evan Vucci

Ultimate Fighting Championship merupakan promotor seni bela diri campuran atau MMA di AS. Pertarungan di halaman Gedung Putih itu menampilkan 14 kontestan UFC.

Para petarung UFC itu keluar dari Ruang Oval Gedung Putih, yang beberapa jam sebelumnya menjadi tempat Trump menyegel kesepakatan damai yang telah dinantikan sejak lama dengan Iran, untuk berjalan menuju ke arena pertarungan.

Acara ini diwarnai atraksi terbang lintas oleh 12 jet tempur AS di atas Gedung Putih dan pertunjukan kembang api besar-besaran di akhir acara.

Petarung AS Justin Gaethje mengejutkan petarung Spanyol-Georgia Ilia Topuria untuk merebut kejuaraan kelas ringan dalam acara utama. Gaethje dinyatakan sebagai pemenang turnamen di Gedung Putih, setelah wajah Topuria babak belur hingga dia tidak dapat melanjutkan pertarungan.

Setelah itu, Trump dan Ibu Negara AS, Melania, memasuki area pertarungan yang disebut "Octagon" yang masih berlumuran darah, untuk memberi selamat kepada Gaethje yang tampak gembira, yang kemudian mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden AS itu.

"Melebihi apa pun yang bisa Anda bayangkan," jelas Trump kepada wartawan saat ditanya bagaimana jalannya acara malam itu. Trump langsung bertolak ke Prancis untuk menghadiri KTT G7 usai acara tersebut.