Jakarta, - Pada pembukaan perdagangan hari ini Kamis 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp18.016 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah melemah 49 poin atau 0,27 persen dan kembali menyentuh level terlemah sepanjang sejarah setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp17.966 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yuan China menguat 0,05 persen, peso Filipina naik 0,23 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,03 persen, yen Jepang menguat 0,11 persen, won Korea Selatan naik 0,35 persen, dan dolar Hong Kong bertambah 0,03 persen.
Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah setelah terdepresiasi 0,25 persen terhadap dolar AS.
Mata uang negara maju juga bergerak beragam. Euro Eropa menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris naik 0,05 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,18 persen. Sementara itu, dolar Australia terkoreksi tipis 0,01 persen dan dolar Kanada bergerak stabil.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi kembali tertekan oleh penguatan dolar AS yang mendapat dukungan dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Data ketenagakerjaan ADP dan indeks sektor jasa ISM Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan juga turut menopang penguatan dolar AS," ujarnya seperti melansir cnnindonesia.com, Kamis (4/6).
Menurutnya, sentimen domestik yang masih negatif turut membebani pergerakan rupiah. Namun, ia menilai Bank Indonesia berpotensi melakukan intervensi lebih agresif seiring rupiah yang kembali mendekati level psikologis baru.
"Sentimen domestik masih buruk, namun kembali mendekati level psikologis baru, kemungkinan Bank Indonesia akan melakukan intervensi secara agresif," katanya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.