- Pergerakan IHSG dalam 1 minggu terakhir terlihat cukup fluktuatif dan sempat mengalami tekanan cukup besar sebelum kembali rebound di akhir pekan.
Disesi terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menguat setelah melemah delapan hari beruntun yang berwarna merah . Pada penutupan perdagangan hari kemarin , Jumat (22/5), indeks saham Gabungan kembali naik pada level 6.100-an.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 1,10% ke level 6.162,04 pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks saham sebelumnya diketahui melemah hingga menyentuh level 5.966,86 pada awal perdagangan, terendah sejak lima tahun terakhir.Hingga penutupan perdagangan, tercatat volume transaksi sebesar 40,26 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,55 triliun. Sementara frekuensi saham yang diperdagangkan sepanjang perdagangan hari ini mencapai 1.970.653 kali.Menurut pengamat VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi melihat, tertekannya IHSG pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) yang dipandang akan menurunkan margin emiten komoditas. Ini seiring dengan tekanan harga jual rerata alias average selling price (ASP) yang tidak ada fleksibilitas dengan pembeli premium.
IHSG adalah indikator yang mencerminkan pergerakan seluruh saham yang tercatat di BEI. Ketika mayoritas harga saham naik, IHSG ikut menguat, dan sebaliknya jika banyak saham turun, indeks akan melemah.
Sebagai barometer pasar, IHSG sering digunakan untuk melihat kondisi umum pasar saham Indonesia.