Jakarta , - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Hal itu terlihat dimana Impor pangan hanya sekitar 5 persen dari total kebutuhan konsumsi nasional.
Ia menyampaikan hal itu saat meninjau di Gudang Filial Perum Bulog Karawang, Kamis 23 April 2026. Menurutnya, angka impor tersebut masih di bawah batas maksimal 10 persen sesuai standar Food and Agriculture Organization.
“Total impor sekitar 3,5 juta ton dari produksi 73 juta ton. Itu hanya sekitar 5 persen,” kata Amran dalam keterangannya, mengutip RRI, Minggu (26/4/2026).
Ia merinci impor tersebut terdiri dari kedelai 2,6 juta ton, bawang putih 600 ribu ton, dan daging ruminansia 350 ribu ton. Sementara total kebutuhan konsumsi 11 komoditas mencapai 68,7 juta ton.
Sebanyak 11 komoditas tersebut meliputi beras, jagung pakan, cabai, daging ayam, telur, bawang, gula, hingga kedelai. Produksi nasional, lanjutnya, bahkan mencapai 73,7 juta ton dalam setahun.
“Definisi swasembada maksimal impor 10 persen, dan kita hanya 5 persen,” katanya. Ia menambahkan beras menjadi komoditas utama dengan porsi konsumsi 45,2 persen atau sekitar 31,1 juta ton.
Karena itu, ia memastikan pemerintah menjaga ketersediaan beras nasional tetap kuat. Amran mengatakan Stok Cadangan Beras Pemerintah telah menembus lebih dari 5 juta ton per 23 April 2026.
Angka ini meningkat 264,2 persen dibanding dua tahun lalu yang hanya 1,37 juta ton. Jika dibandingkan April 2025, stok juga naik 65,8 persen dari 3,01 juta ton.
Amran juga mengungkapkan, realisasi serapan beras dalam negeri juga meningkat signifikan. Hingga April 2026, serapan mencapai 2,31 juta ton.
Angka ini melonjak 790 persen dibanding periode sama 2024 yang hanya 259,9 ribu ton. Sementara dibanding 2025 yang 1,78 juta ton, meningkat 29,4 persen.
Ia menegaskan kebutuhan pangan utama berupa karbohidrat dan protein telah terpenuhi. Kondisi ini menunjukkan capaian swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, Ekonom Ichsanuddin Noorsy menilai capaian stok beras menjadi indikator kemandirian pangan. Ia menyebut Indonesia telah mendekati kemandirian beras.
"Tadi istilah Pak Menteri adalah swasembada. Asta Cita mendatangkan kemandirian pangan dan energi. Kalau beras, saya sepakat mendekati kemandirian. Kita hari ini sepakat terjadi kemandirian beras," ucap Ichsanuddin.
Data juga menunjukkan Nilai Tukar Petani berada di atas 120 sejak Juli 2024. Bahkan, katany, mencapai 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026.