Jakarta, - Setelah terpilih dalam Musyawarah Nasional II KPOTI yang digelar di Jakarta, 14–15 November 2025, Arsjad Rasjid resmi memimpin Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) periode 2025–2030.
Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia itu datang dengan visi besar untuk membawa permainan rakyat ke panggung nasional dan internasional, termasuk melalui pendirian Museum Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia dalam bentuk fisik dan digital.
“Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan budaya, tetapi pusat pembelajaran hidup. Kita harus menularkan warisan ini, bukan hanya menyimpannya. Dari permainan rakyat lahir nilai gotong-royong, sportivitas, toleransi, dan rasa kebangsaan,” ujar Arsjad.
Arsjad menekankan bahwa museum ini akan menjadi pusat pengetahuan, dokumentasi, dan inovasi dalam pelestarian permainan tradisional Nusantara. Ia membuka peluang agar permainan rakyat Indonesia dapat masuk ke industri kreatif global, film, hingga festival internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya.
“Jika Squid Game mampu mempopulerkan permainan tradisional Korea, maka Indonesia pun bisa. Bayangkan congklak, gundu, atau sepak takraw masuk film dan festival dunia. Itu sangat mungkin kita wujudkan,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kepemimpinan Arsjad datang dari berbagai daerah. Pengurus KPOTI Maluku, Marco Pascal Latumeten, menyebut visi Arsjad sebagai terobosan penting.
“Arsjad Rasjid membawa visi yang jelas dan visioner. Museum fisik dan digital adalah terobosan yang akan menempatkan permainan tradisional Indonesia dalam peta dunia. Maluku siap mendukung penuh,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPOTI NTT, Sandro Wanga, menilai kepemimpinan Arsjad selaras dengan kebutuhan pelestarian budaya di daerah.
“NTT menyambut baik kepemimpinan seperti Arsjad Rasjid yang tidak hanya memahami budaya, tetapi juga membawa pendekatan modern. Museum fisik dan digital akan membuka akses bagi anak-anak NTT untuk belajar permainan daerah lain, sekaligus memperkenalkan permainan kami kepada Indonesia dan dunia,” ujarnya.
Dalam pidato pengenalannya, Arsjad memaparkan perjalanannya sebagai pengusaha dan tokoh organisasi yang kini membawa filosofi Seriwijaya—‘menyinari kesejahteraan’—ke dalam visi KPOTI.
Dia menegaskan bahwa KPOTI harus menjadi organisasi modern yang relevan bagi generasi muda dan berperan dalam memperkuat karakter bangsa.
“Kalau jati diri kita hilang, masa depan kita ikut hilang. Pelestarian permainan rakyat adalah cara kita memperkuat karakter bangsa sekaligus memajukan ekonomi kreatif. Mari kita hidupkan kembali permainan rakyat demi masa depan Indonesia,” tegasnya.
Dengan dukungan dari Maluku, NTT, dan berbagai daerah lain, langkah Arsjad menuju transformasi KPOTI dinilai menjadi momentum strategis dalam memodernisasi pelestarian budaya tanpa meninggalkan akarnya.