Jakarta, - Proses pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) 2024 terhambat karena server meterai elektronik (e-materai) milik BUMN Perum Peruri tetiba mengalami gangguan. Sedangkan, pelamar CPNS mesti membeli e-materai di laman Peruri sebagai syarat administrasi pendaftaran. Keharusan pelamar membeli materai elektronik dari perusahaan pelat merah tersebut dianggap BUMN berbisnis dengan rakyat.
Perum Peruri lantas berdalih. Mereka bilang mandeknya server e-materai akibat tingginya lonjakan permintaan di website layanan menjelang penutupan pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) 2024 yang semulanya tutup pada 6 September 2024.
“Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir menjelang penutupan pendaftaran CASN, website layanan e-Meterai mengalami lonjakan penggunaan yang mengakibatkan adanya antrean yang cukup panjang bagi pengguna yang ingin mengakses layanan e-Meterai,” tulis Peruri dalam pernyataan resmi.
Merujuk tajuk Narasi, alasan perusahaan pelat merah ini terasa janggal mengingat nilai proyek pengadaan meterai elektronik yang cukup besar. Nominalnya mencapai Rp105,2 miliar. Meskipun Peruri kini telah mengumumkan bahwa layanan e-Meterai sudah dapat diakses kembali, hal ini tidak menutup ruang pertanyaan soal efektivitas penggunaan anggaran besar yang diambil dari APBN 2024.
Pengadaan ini tercatat dengan Kode Paket 9136011 dan dilaksanakan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, dengan sumber dana APBN. Total realisasi anggaran mencapai Rp 105.208.276.167,00, yang juga mencakup sektor Usaha Mikro, Kecil (UMK), dan berbasis Produk Dalam Negeri (PDN). Kontrak ini dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2024.
Menurut informasi dari situs LPSE Kemenkeu, pengadaan dilakukan dengan metode pengecualian, tanpa lelang umum. Meskipun metode ini legal dan mungkin diperlukan dalam situasi tertentu, publik berhak mempertanyakan transparansi dan efektivitas penggunaan dana sebesar itu. Proses pengadaan tanpa lelang sering kali memunculkan kekhawatiran akan kurangnya kompetisi dan potensi inefisiensi.
Publik berharap, dengan nilai kontrak sebesar Rp 105,2 miliar, infrastruktur digital dan layanan yang disediakan harus bisa berjalan dengan lancar dan mumpuni. Dengan anggaran yang sangat besar, Peruri seharusnya mampu mempersiapkan infrastruktur yang lebih kuat, termasuk investasi pada server yang dapat menahan lonjakan akses pengguna seperti yang terjadi selama periode pendaftaran CASN. Hal ini mengingat pendaftaran CASN bukan agenda tiba-tiba dan selalu menarik banyak peserta setiap tahunnya, sehingga situasi ini semestinya sudah diantisipasi dengan baik.
Kritik juga muncul terkait syarat pembelian minimal dua e-Materai oleh setiap pelamar CASN, dengan harga Rp 10.000 per meterai. Dengan syarat ini, setiap pelamar CASN diharuskan membayar Rp 20.000 untuk dua meterai, yang menjadi beban tambahan di tengah proses pendaftaran.
Berdasarkan data terbaru BKN.go.id per 5 September 2024 pukul 08.00 WIB, jumlah pendaftar CPNS telah mencapai 2.922.336, di mana 1.011.148 pendaftar telah menyelesaikan proses submit/resume pendaftaran. Jika setiap pendaftar yang submit diharuskan membeli dua e-Materai seharga Rp 20.000, maka total pengeluaran kolektif dari pendaftar CPNS yang sudah submit mencapai: 1.011.148×Rp20.000=Rp20.222.960.000
Dengan demikian, hampir Rp 20,23 miliar telah dibebankan kepada pendaftar hanya untuk membeli meterai elektronik. Ini merupakan angka yang sangat signifikan, apalagi ketika layanan e-Materai sempat terganggu dan menambah ketidaknyamanan bagi para pelamar.
Di sisi lain, publik memprotes absennya sistem e-materai Peruri. Protes itu disampaikan langsung oleh pendaftar CPNS di akun Instagram @peruri.indonesia. "Tiga hari lonjakan apa woi, kocak. Gua dari tanggal 21 beli e-meterai dan udah bayar, malah status di website menunggu pembayaran terus. Tanggal 22 Agustus gua cek lagi malah Qris kadaluarsa. Lu kemanain duit gua itu, gua beli 10. Gua kirim pesan ke Helpdesk tapi gak ada respons apa pun. Gua mutusin beli lagi tanggal 29 Agustus dan masih 0 kuota, padahal gua udah bayar. Total gua beli 15 materai. Tanggung jawab kalian," kata @_your_neded, menanggapi unggahan Peruri.