Mahfud: Demo Bawa Agama Tak Melulu Radikal, Tapi soal Ketidakadilan

Jakarta, law-justice.co - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD buka suara menyinggung soal orang radikal tidak selamanya karena anti-agama lain.

Kata Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 itu, bisa jadi karena mereka merasa ada yang tak adil dalam kehidupannya.

Baca juga : Tegas Tolak Dinasti Politik, Mahfud MD: Itu Menyakitkan Hati Orang!

"Nah yang terpenting sebenarnya yang sering ikut dalam gerakan radikal yang masif itu sebenarnya tidak sepenuhnya karena anti-agama lain," katanya di Gereja GBI Kota Medan, Minggu (14/1).

Selanjutnya kata dia, apabila ada demonstrasi mengatasnamakan agama tak melulu mereka termasuk radikal.

Baca juga : Soal RUU Penyiaran, Mahfud: Keblinger Masa Media Tak Boleh Investigasi

"Menurut pengamatan saya banyak orang misalnya ikut-ikutan demo. Dengan sikap sangat keras dan membawa nama agama. Sebenarnya Mereka itu bukan karena soal agama," jelasnya.

"Tapi soal ketidakadilan. Mereka sebenarnya yang sudah biasa-biasa saja menerima perbedaan, tapi melihat ketidakadilan di sekitar kita lalu ikut protes terhadap kelompok radikal itu," tuturnya.

Baca juga : Mahfud soal RUU MK: Saldi, Enny, Suhartoyo Bisa Langsung Diberhentikan

Oleh sebab itu kata dia, kunci dari meminimalisasi atau menghilangkan radikalisme adalah menjamin keadilan bagi semua pihak. Termasuk juga keadilan ekonomi.

"Oleh sebab itu menurut saya kuncinya ke depan itu adalah bagaimana membangun keadilan. Menegakkan hukum dengan baik dan itu akan memberikan pintu bagi pembukaan pintu kemajuan di bidang ekonomi," katanya.

"Karena terkadang orang-orang yang miskin termarginalkan itu kalau pilihannya demo, lalu ikut-ikut yang radikal," tutup dia.