Picu Kerumunan di Grogol saat PPKM, Jokowi Sengaja Sabotase Jakarta?

Jakarta, law-justice.co - Mantan anggota TGUPP DKI Jakarta, Marco Kusumawijaya menilai aksi pembagian sembako Presiden Joko Widodo yang menimbulkan kerumunan massa di kawasan Grogol, Jakarta Barat patut diduga sebagai bentuk sabotase agar kasus Covid-19 di Jakarta kembali naik.

"Ketika kasus di Jakarta sudah mulai turun. @jokowi sengaja bikin kerumunan di Jakarta. Ini apa bukan sabotase namanya? @DKIJakarta harus menindak orang tidak tahu malu itu!," kata mantan anggota TGUPP DKI Jakarta, Marco Kusumawijaya dalam akun Twitter pribadinya.

Baca juga : Surabaya Jadi Tempat Deklarasi Anies-Imin, Jubir: Kaya Sejarah

Kata dia, entu tindakan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu ada langkah tegas kepada presiden yang terbukti telah menimbulkan kerumunan di tengah upaya pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat melalui PPKM Level 4.

"Kalau elite dan rakyat masih membiarkan Jokowi berkelakuan bikin kerumunan menyabotase keadaan yang justru sedang membaik di Jakarta ini, maka akan jadi dosa kolektif. Praktis, ini akan jadi contoh buruk bagi masyarakat," sambungnya.

Baca juga : Wanti-wanti Ledakan Arus Mudik, Alvin Lie: Bahaya Potensi Kerumunan

"Kalau mau teori jahat: Jokowi ini sengaja mengajak rakyat Jakarta tidak patuh prokes Pemprov DKI supaya naik lagi kasus. Kalau teori psikologi sederhana: atau dia sakit narsis atau IQ rendah," tandasnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya melakukan pembagian sembako di Terminal Grogol, Jakarta pada Selasa lalu (10/8). Saat itu, presiden memilih tidak turun dari mobil.

Baca juga : Eks TGUPP Anies Yakin Proyek IKN Akan Mangkrak, Begini Uraiannya

Sementara warga diminta petugas untuk membuat antrean dan kemudian bantuan yang diambil petugas lewat kaca jendela mobil minibus diserahkan.

Mulanya antrean berjalan tertib dan warga berjaga jarak. Tapi setelah Jokowi meninggalkan lokasi, antrean menjadi tidak kondusif.

Tidak hanya tampak kerumunan yang tanpa jarak, mereka juga berdesak-desakan untuk mendapat bingkisan presiden.