Disebut Ada Manuver Istana untuk Realisasikan Tiga Periode Jokowi

Jakarta, law-justice.co - Dalam Majalah Tempo edisi 19 Juni 2021 menurunkan laporan manuver Istana untuk jabatan Presiden Jokowi tiga periode.

Majalah Tempo memberikan judul “Malu Kucing Ronde Ketiga”

Baca juga : Kejagung-KPK Didesak Usut Rumor Korupsi Rafael Alun Rp3.000 Triliun

Dalam laporan itu, politikus Gerindra, Arief Poyuono mengaku pernah diajak berdikusi beberapa kali oleh pejabat istana.

Dia mengaku didorong oleh pejabat tersebut menyuarakan gagasan tiga periode jokowi.

Baca juga : Arief Poyuono Yakin Idham Azis adalah Sosok `Kakak Asuh` Ferdy Sambo

“Saya berdiskusi dengan orang di lingkaran Jokowi,” katanya.

Setelah pertemuan itu, sejak Maret 2021, Arief mulai menyuarakan Jokowi tiga periode.

Baca juga : Lutfi Harus Mundur, Putusan Dirjen Tak Bisa Tanpa Persetujuan Menteri

Menurut dia, banyak orang dekat Jokowi yang memujinya atas pernyataan itu.

Dalam penelusuran Tempo, beberapa petinggi partai pendukung pemerintah dan lembaga survei mengakui manuver Istana.

Menolak namanya disebut karena wacana ini terkait dengan ‘dapur istana’, mereka membeberkan sejumlah menteri dan mantan pejabat yang dekat Jokowi ikut merancang skenario kepemimpinan tiga periode.

Para politikus itu mengaku telah didekati oleh orang-orang dekat Jokowi tersebut atau utusannya.

Mereka bercerita, ada dua skenario yang digulirkan. Pertama, membuka peluang ketiga selama lima tahun melalui pemilihan umum. Skenario kedua, memperpanjang masa jabatan presiden maksimal tiga tahun.

Perpanjangan itu juga disertai dengan penambahan masa jabatan anggota DPR dan DPD. Mungkin masa jabatan kepala daerah tidak akan terpengaruh.

Jika skenario berjalan, pada 2024 hanya akan ada pemilihan kepala daerah.

Masih dalam laporan tersebut, para politisi memperkirakan bukan perkara sulit membuka pintu amandemen.

Iming-iming masa jabatan sangat mungkin membuat anggota DPR dan DPD mendukung amandemen agar bisa lebih lama di Senayan tanpa mengeluarkan duit miliaran rupiah.

Wakil Ketua MPR, Sjarifuddin Hasan mengaku mendengar kabar masa jabatan presiden dan para legislator.

“Saya dengar itu, tapi masih informal. Perpanjangan bukan lima tahun, tapi dua atau beberapa tahun,” kata politikus Demokrat itu.

Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menanggapi pernyataan Amien Rais yang menuding adanya skenario untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Fadjroel menegaskan, Presiden Jokowi memegang teguh amanah konstitusi.

“Presiden Jokowi tegak lurus ideologi Pancasila dan Konstitusi UUD 1945, khususnya masa jabatan Presiden 2 periode!” kata Fadjroel kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Fadjroel mengungkapkan, Presiden Jokowi selalu tegak lurus dengan ideologi Pancasila. Jokowi kata dia, selalu berjuang untuk melaksanakan konstitusi selama menjabat menjadi Presiden.

//