Untuk Beli Senjata, Politisi Nasdem Diduga Pasok Dana KKB Rp 370 Juta

Jakarta, law-justice.co - Petugas Kepolisian Indonesia berhasil menangkap Neson Murib. Pria ini berperan sebagai pemasok senjata untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita uang tunai Rp 370 juta, yang akan digunakan untuk membeli senjata api dari seseorang.

Baca juga : Permainan Mengagumkan, Timnas Indonesia U-23 Dapat Bonus Rp23 Miliar

Setelah Neson Murib ditangkap dan diperiksa, sederet fakta terungkap. Salah satunya sumber dana Neson Murib. Polisi menduga adanya keterlibatan sejumlah oknum di Papua .

Salah satunya oknum kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Tolikara. Oknum tersebut berinisial SAW.

Baca juga : Bobby Nasution Resmi Tunjuk Pamannya Jadi Plh Sekda Medan

"Kami masih lakukan penyidikan terkait bukti transaksi yang ditemukan, termasuk benar atau tidaknya aliran dana ke Lekagak Telenggen," kata Kepala Satgas Humas Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudusy.

Sosok Oknum Politisi Nasdem

Baca juga : Anies Baswedan Nyatakan Bakal Rehat Politik Sejenak

Sosok berinisial SAW dikenal sebagai Nasdem Tolikara. Saat ini ia menjabat Ketua DPRD Tolikara.

Penelusuran penyidik, lanjut Iqbal, uang senilai Rp 370 juta diserahkan SAW kepada Neson Murib di Hotel Metta Star Waena, Kota Jayapura, pada pertengahan April 2021.

"Uang itu diterima Neson Murib secara langsung," katanya.

Selain uang tunai, polisi juga menemukan catatan bantuan Pemerintah Kabupaten Puncak Rp 600 juta untuk pimpinan KKB, Lekagak Telenggen, pada 6 Februari 2021.

Catatan penolakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, juga ditemukan dari tangan Neson.

"Semua nama yang ada bukti transfer tersebut pasti akan dipanggil penyidik," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengungkapkan peran dari Neson Murib yaitu sebagai pemasok senjata api untuk KKB di Kabupaten Puncak.

Fakhiri menuturkan, Neson Murib sudah berulang kali melakukan transaksi jual beli senjata api dan amunisi ilegal. Jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

"Total yang dikirim dan diterima Rp 1.3 miliar," ungkap Fakhiri.

Menurutnya, uang tersebut diduga kuat akan digunakan untuk membeli senjata api di Kabupaten Mimika.

"Buat apa dia bawa uang sampai Rp 370 juta. Informasi yang kami dapat dia mau bertemu dengan kenalannya di Timika. Kemungkinan besar itu untuk membeli senjata," ujar Fakhiri.

Fakhiri menyatakan, keberadaan Neson Murib di Puncak Jaya karena sedang transit, sebelum kembali terbang ke Mimika.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pengurus partai NasDem Kabupaten Tolikara belum bisa dihubungi.