Jakarta, - Saat sedang melakukan operasi pengeboman air atau water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Helikopter Super Puma yang jatuh di Sungai Barito, wilayah Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimanta Selatan, Minggu (8/11).
Tampak pada tangkapan video amatir helikopter kehilangan kendall saat bermanuver setelah mengambil air dengan bambi bucket di sungai.
Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut diketahui membawa tiga orang kru penerbangan. Berdasarkan laporan awal, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi selamat.
Armada bernomor seri (MSN) 2878 ini merupakan helikopter yang terdaftar di bawah kepemilikan swasta yang dikontrak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk operasi pengeboman air.
Di Indonesia, armada tersebut kerap mendukung berbagai misi penanggulangan bencana dari BNPB, dengan catatan rute penerbangan yang meliputi Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi telah menerima laporan pendahuluan terkait insiden jatuhnya armada udara ini.
"Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis.
Berton menyebut tiga kru dalam helikopter tersebut selamat dan sudah dievakuasi. Helikopter yang jatuh juga sudah berhasil di bawa ke pinggiran sungai.
Tiga kru itu antara lain Michael John Betteridge (WN Australia), Hugh Andrew John (WN Selandia Baru), dan Yayan (WN Indonesia).
Sebelumnya helikopter Mil-17 TNI AD juga jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.