Jakarta, - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan aliran modal masuk (capital inflow) ke bursa saham Indonesia sekitar Rp126 triliun sejak awal 2026.
"Untuk inflow, tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa terjadi inflow sampai saat ini masih inflow sekitar Rp126 triliun sepanjang tahun dari Januari sampai dengan akhir Oktober kemarin," ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11).
Menurut Suahasil, jumlah inflow hingga Rp126 triliun itu sudah sangatlah baik. Namun, ia tetap menekankan perbaikan pasar saham di Indonesia.
"Kemudian, bisa ikut inflow sehingga bersama-sama dengan SBN dan SRBI menjadi daya tarik bagi seluruh pemodal untuk menanamkan saham, menanamkan investasinya di Indonesia," beber Suahasil.
Di sisi lain, Suahasil menekankan sektor penting lainnya adalah penanaman modal asing (foreign direct investment) di Indonesia.
Ia menekankan yang terpenting adalah proyek yang bersifat sebagai investasi langsung.
Pada saat yang sama, Suahasil menyebut masih harus membelanjakan lagi sekitar Rp990 triliun dari APBN.
"Kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar Rp600 triliun lebih, dan untuk belanja negara masih sekitar Rp990 triliun akan dibelanjakan," jelas dia.
Ia mengimbau ke seluruh kementerian/lembaga untuk tetap mengambil langkah efisiensi dalam melakukan belanja negara.
Suahasil mengakui biasanya Kementerian/Lembaga di akhir tahun akan lebih gencar dalam menggunakan anggarannya.
"Itu silahkan tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang di yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut," jelas dia.